Kasus Said Didu Segera Gelar Perkara

Kasus Said Didu Segera Gelar Perkara
Said Didu. (Foto: SP/Joanito de Saojoao)
Farouk Arnaz / CAH Rabu, 27 Mei 2020 | 15:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi akan menggelar kasus mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (MSD) usai memeriksa Hersubeno Arief (HA).

“Bahwa penyidik tidak melayangkan panggilan kedua terhadap HA dan pengacara HA telah berkomunikasi dengan penyidik untuk menghadirkan HA dalam pemeriksaan sebagai saksi pada hari ini,” kata Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui saluran medsos Rabu (27/5/2020).

Ahmad mengatakan usai memeriksa HA sebagai saksi, penyidik akan memeriksa saksi ahli untuk melengkapi proses penyelidikan. Setelah itu penyidik akan melakukan gelar perkara untuk memastikan kasus ini naik ke tingkat penyidikan atau tidak.

Baca JugaKasus Didu, Mantan Jurnalis Dipanggil Ulang

“Selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi ahli dan melakukan gelar perkara,” sambungnya.

Hersubeno adalah mantan jurnalis yang kenyang pengalaman di sejumlah media massa nasional. Sebelumnya dia dijadwalkam diperiksa pada Selasa (19/5/2020) pekan lalu namun dia tak hadir.

Seperti diberitakan Said Didu belakangan ini disibukkan atas pernyataannya di kanal YouTube Muhammad Said Didu yang berjudul Luhut: Hanya Pikirkan Uang, Uang, dan Uang yang diupload pada 27 Maret.

Baca JugaPengacara Sebut Pemeriksaan Said Didu Sebagai Saksi Sudah Cukup

Video berdurasi 22 menit 44 detik tersebut dianggap menusuk Luhut. Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi, meminta Said Didu meminta maaf dan jika dalam 2x24 jam tidak ada permintaan maaf pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Said Didu ternyata hanya mengirimkan surat klarifikasi dan menyatakan itu merupakan bentuk kritik yang ditujukan pada Luhut selama mengatasi pademi Covid-19. Dia menilai Luhut lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan bidang investasi termasuk Ibukota Negara baru.

Buntutnya Said Didu pun dilaporkan ke polisi dengan sejumlah pasal. Mulai dari Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut pengacara Luhut Arief Patramijaya, Luhut juga telah diperiksa polisi sebagai saksi korban. Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim pada 8 April 2020.



Sumber: BeritaSatu.com