Petugas di Perbatasan Tetap Perketat Pengawasan Kendaraan dari Luar Bengkulu

Petugas di Perbatasan Tetap Perketat Pengawasan Kendaraan dari Luar Bengkulu
Ilustrasi "check point". (Foto: Antara)
Usmin / LES Rabu, 27 Mei 2020 | 15:57 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Petugas gabungan di pos penjagaan di perbatasan wilayah Bengkulu, masih memperketat pengawasan terhadap kendaraan dari luar yang akan masuk ke daerah ini seusai pelaksaaan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Setiap kendaraan dari luar yang akan masuk ke Bengkulu, kita awasi ketat. Jika mereka tidak memiliki KTP Bengkulu, kita minta putar balik ke daerah asalnya kecuali mereka mendapat musibah anggota keluar sakit keras atau meninggal dunia kita izinkan masuk," kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, di Bengkulu, Rabu (27/5/2020).

Ia mengatakan, sejak 24 April hingga 26 Mei, petugas gabungan di perbatasan wilayah Bengkulu, telah memerintahkan sebanyak 455 kendaraan putar balik untuk kembali ke daerah asalnya.

Kendaraan putar balik sebanyak ini berasal dari sejumlah kota dari Jawa dan Sumatera tujuan ke Bengkulu. Sebab, mayoritas mereka tidak mengantongi KTP Bengkulu, sehingga disimpulkan mereka beradal dari masyarakat yang akan pulang kampung.
Demikian pula sebaliknya ada ratusan kendaraan dari Bengkulu tujuan ke beberapa daerah di Jawa dan Sumatera juga diminta putar balik ke daerah asalnya, karena jika mereka diloloskan akan diminta putar balik oleh petugas di wilayah tetangga.

"Jadi, sebelum mereka terlanjur menempuh perjalan jauh, maka dari awal kita minta putar balik ke daerah asalnya. Sebab, pemeriksaan pemidik di wilayah provinsi tentagga juga ketat, seperti Padang, Sumbar, Lampung, dan Palembang, Sumsel," ujarnya.

Apalagi Palembang dan Padang tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga dipastikan ketat bagi kendaraan dan orang dari daerah untuk masuk ke dua kota tersebut. "Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat PSBB dipastikan tidak akan bisa masuk ke Palembang dan Padang, makanya mereka ketika masih di wilayah dianjurkan petugas kembali ke daerah asalnya," ujarnya.

Sudarno menjelaskan, ratusan unit kendaraan bermotor yang dipaksa putar Balik tersebut, mencoba memasuki Provinsi Bengkulu dari berbagai perbatasan, di antaranya perbatasan Bengkulu- Lampung, Bengkulu- Padang, Sumbar, Bengkulu-Lubuklinggau, Sumsel dan Bengkulu-Lintang Empat Lawang, Sumsel.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas, Polda Bengkulu, AKBP Budi Mulyanto mengatakan, pihaknya bersama instansi lain telah memaksa kendaraan yang akan memasuki Provinsi Bengkulu melalui pintu perbatasan di Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkul Selatan, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Rejang Lebong putar balik dan kembali ke daerah asalnya.

Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19 di Bengkulu. "Secara kuantitas sudah tercatat sebanyak 455 unit kendaraan dari luar yang akan masuk Provinsi Bengkulu kita minta putar balik. Sedangkan untuk orang yang kita minta kembali daerah asalnya tercatat sekitar 1822 orang," ujarnya.

Kendaraan dan orang yang diminta putar balik tersebut, kata Budi mayoritas pemudik dari sejumlah kota di Jawa dan Sumatera tujuan Bengkulu. "Sesuai petunjuk para pemudik tidak diperkenankan masuk ke daerah ini guna memutus penyebaran wabah Covid-19 di Bengkulu," demikian Budi.

 



Sumber: BeritaSatu.com