Hadapi New Normal, Pesantren Butuh Perhatian Khusus

Hadapi New Normal, Pesantren Butuh Perhatian Khusus
Ilustrasi santri (Foto: ANTARA FOTO / Arif Firmansyah)
Markus Junianto Sihaloho / FER Rabu, 27 Mei 2020 | 22:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidlowi menyatakan, partainya meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan new normal khusus untuk pondok pesantren. Pasalnya, terdapat jumlah santri yang cukup besar melebihi 4 juta orang.

Baca Juga: PKB Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus ke Pesantren

Menurut Baidowi, new normal yang hendak dilaksanakan pemerintah, menerapkan standar organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Seperti wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

"Jika kebijakan new normal dilaksanakan, maka akan wajib dilaksanakan semuanya, termasuk pondok pesantren. Pertengahan bulan syawal sebanyak 28.194 pesantren dengan jumlah santri 4.290.626 orang akan memulai aktivitas pendidikan," kata Baidowi, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga: Kemag Bentuk Tim Santritizer di Pondok Pesantren

Masalahnya, menurut Baidowi, infrastruktur maupun tenaga medis di pesantren masih belum siap. Sehingga jika memang ketentuan new normal diterapkan di pesantren, pemerintah harus menjamin kesehatan para santri.

Oleh karena itu, lanjut Baidowi, Fraksi PPP mengusulkan kepada pemerintah untuk mencarikan skema lain di luar new normal. Misalnya memfasilitasi materi pendidikan diniyah secara virtual bagi para santri yang disiarkan oleh LPP TVRI maupun LPP RRI, yang bekerja sama dengan vendor telekomunikasi serta menggandeng Bank BUMN Syariah.

Baca Juga: WOM Finance Salurkan Bansos di Lima Pondok Pesantren

"Kerja sama ini untuk membantu pembelajaran di pesantren. Termasuk juga santri yang mengikuti pendidikan sekolah dan madrasah menyesuaikan dengan kebijakan Kemdikbud dan Kemag," kata Baidowi.



Sumber: BeritaSatu.com