Cegah Covid-19, Objek Wisata di Jambi Tetap Tutup Pascalebaran

Cegah Covid-19, Objek Wisata di Jambi Tetap Tutup Pascalebaran
Kota Jambi. (Foto: Antara)
Radesman Saragih / DAS Senin, 25 Mei 2020 | 19:49 WIB

Jambi, Beritasatu.com  - Pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Jambi tetap melarang pembukaan objek wisata pascalebaran guna  mencegah meningkatnya penularan Covid-19. Pemerintah setempat akan menutup objek wisata yang nekat buka  dan memberikan teguran kepada pengelolanya.

Kabag Humas Pemkot Jambi, Abubakar yang juga menjabat Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi  menjelaskan, tidak ada alasan membuka objek wisata pascalebaran. Sebab sebelum lebaran, Pemkot Jambi sudah mengeluarkan surat edaran mengenai penutupan seluruh objek wisata dan tempat hiburan terkait pandemi Covid-19.

“Berdasarkan surat edaran tersebut, objek wisata dan tempat hiburan di Kota Jambi harus ditutup hingga 29 Mei 2020 mencegah penularan Covid-19. Jika kondisi penyebaran Covid-19 meningkat, penutupan objek wisata bisa diperpanjang. Kami terus memantau objek wisata dan tempat hiburan pasca lebaran,” kata Abubakar, Senin (25/5/2020).

Pantauan Beritasatu.com  di Kota Jambi hingga H+1 Lebaran, Senin (25/5/2020), tidak ada objek wisata yang buka. Objek wisata Kebun Binatang Taman Rimba, kolam renang Telaga Ratu, dan objek wisata Kampoeng Radja yang biasanya dipadati pengunjung setiap lebaran, masih tutup.

Bupati Kerinci, Adirozal menyatakan, pihaknya tetap menutup objek wisata milik pemerintah setempat guna mencegah penyebaran Covid-19 pascalebaran. Salah satu objek wisata milik Pemkab Kerinci yang ditutup yakni Danau Kerinci. Objek wisata tersebut selalu dipadati pengunjung setiap musim lebaran karena jaraknya dekat Kota Sungaipenuh.

Sedangkan objek wisata swasta  juga diimbau tetap tutup. Namun, bila ada objek wisata swasta yang buka pascalebaran, pihak pengelola harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Setiap objek wisata swasta yang buka menyediakan hand sanitizier (pembersih tangan) atau sabun dan air, menerapkan physical distancing (jaka jarak) dan mewajibkan penggunaan masker,” kata Adirozal, Senin (25/5/2020).



Sumber: BeritaSatu.com