Ini 4 Insentif Pemerintah untuk Petani dan Nelayan

Ini  4 Insentif Pemerintah untuk Petani dan Nelayan
Presiden Jokowi (Foto: istimewa)
Lennny Tristia Tambun / DAS Kamis, 28 Mei 2020 | 10:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com– Pemerintah  memberikan empat insentif bagi petani dan nelayan agar mampu bertahan di tengah-tengah pandemi Covid-19.  Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas tentang insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28//2020).

“Rapat terbatas hari ini akan membahas mengenai insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok. Saya melihat ada beberapa skema besar program yang bisa digunakan untuk membantu para petani dan nelayan di masa pandemi,” kata Presiden.

Insentif pertama, menurut Jokowi, adalah program jaring pengaman sosial bagi 2,7 petani dan buruh tani miskin serta satu juta nelayan dan petambak. “Mereka harus masuk dalam bantuan sosial kita, baik berupa program keluarga harapan (PKH), bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT) Desa, paket sembako, dan progran gratis subsidi listrik,” ujar Jokowi.

Tujuan utama memberikan bantuan jaring pengaman sosial tersebut untuk meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga keluarga yang kurang mampu termasuk untuk petani dan nelayan miskin.

Insentif kedua melalui program subsidi bunga kredit yang sudah diputuskan pemerintah dan sudah berjalan selama ini untuk membantu masyarakat agar mampu bertahan di tengah-tengah pandemi. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 34 triliun untuk relaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit yang disalurkan melalui kredit usaha rakyat (KUR), Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), embiayaan ultra mikro (UMi), pegadaian, dan perusahaan pembiyaan lainnya.

Juga, penundaan angsuran dan subsidi kepada penerima bantuan permodalan yang dilakukan beberapa kementerian seperti Lembaga Pengelolaan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPM UKP).

Insentif ketiga berupa pemberian stimulus untuk modal kerja bagi usaha pertanian, usaha kelautan, dan usaha perikanan. “Ini juga penting sekali bagi petani dan nelayan yang bankable, penyalurannya melalui program KUR. Sedangkan bagi petani dan nelayan yang tidak bankable, lanjutnya, penyalurannya bisa lewat UMi, Mekaar, atau skema program lainnya melalui kementerian terkait,” ungkap Jokowi.

Jokowi meminta prosedur dan aksesnya dipermudah, prosesnya sederhana atau tidak berbelit-belit sehingga petani, nelayan, petambak, bisa memperoleh dana yang dibutuhkan.

Selanjutnya, insentif keempat melalui instrumen bantuan nonfiskal, yakni melalui kebijakan kelancaran suply chain yang diharapkan usaha pertanian dan perikanan ini dapat berjalan lebih baik melaui ketersedian bibit pupuk.

“Saya pikir pupuk dan alat produksi sudah kita berikan beberapa tahun yang lalu,” tutur Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com