"4 Sehat 5 Sempurna" Versi Pandemi Perlu Sosialisasi melalui Jalur Pendidikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

"4 Sehat 5 Sempurna" Versi Pandemi Perlu Sosialisasi melalui Jalur Pendidikan

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:47 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Slogan "4 sehat 5 sempurna" versi baru di masa pandemi Covid-19 perlu disosialisasikan melalui jalur pendidikan.

Bila di era Orde Baru slogan tersebut bermakna pada kecukupan asupan gizi yakni makan nasi dan lauk, sayuran, buah-buahan, dan susu sebagai pelengkap maka di era pandemi menjadi urutan cara hidup berdampingan dengan Covid-19 yakni gunakan masker, jaga jarak (physical dan social distancing), rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, olahraga cukup tidur serta tidak panik, dan makanan yang bernutrisi.

Slogan tersebut pertama kali disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengenalkan 4 sehat 5 sempurna versi baru di masa pandemi Covid-19 pada jumpa pers, Senin (18/5/2020).

Menurut Doni, konsep baru "4 Sehat 5 Sempurna" ini akan dikenalkan kepada masyarakat dengan melibatkan tokoh agama, budayawan, pemuda, dan tokoh masyarakat lainnya sehingga dipahami dan ditaati.

Pencetus slogan "4 Sehat 5 Sempurna" versi lama adalah Prof Poorwo Soedarmo pada 1950. Cucu dari Poorwo, Rini Sekartini berharap, slogan baru tersebut bisa mengubah perilaku masyarakat di era pandemi. “Memang butuh waktu, makanya harus sering disampaikan, agar mudah diingat dan diterima khalayak,” kata Rini yang merupakan Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI ini.

Rini yang kini menjabat Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta, bertemu pencetus slogan "4 sehat 5 sempurna" versi pandemi, Doni Monardo di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (27/5/2020).

Rini mendorong Doni Monardo agar memasukkan slogan "4 Sehat 5 Sempurna" versi Covid-19 itu ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Slogan kakek dulu menjadi terkenal dan dikenang sampai sekarang, juga karena masuk melalui jalur pendidikan. Ini salah satu jalur yang akan menjamin slogan melekat hidup lama di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Seperti dituturkan Tenaga Ahli BNPB yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Egy Massadiah, Rini mengaku senang slogan itu hidup” kembali. Lebih senang, ketika ia bertemu Doni Monardo, yang telah bijaksana melacak dan menelusur jejak pencipta slogan karya kakeknya.

“Ya, kami bertemu tadi membahas slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang baru. Kami juga ngobrol tentang perubahan nomenklatur. Pada prinsipnya kami mendukung gagasan pak Doni. Saya berbicara mewakili keluarga besar. Mereka semua mengapresiasi semboyan baru yang mengadopsi serta menyempurnakan semboyan yang dicetuskan kakek kami,” papar Rini yang juga Manajer Umum FKUI Periode 2017-2022.

Diakui, slogan itu sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, utamanya bagi yang berusia 40 tahun ke atas.

Ditambahkan, slogan lama bertujuan untuk pemenuhan nustrisi anak bangsa tidak hilang pada slogan baru melainkan kini terangkum dalam urutan ke lima. Pada slogan versi oandemi, empat poin lain mengenai pola hidup sehat dalam konteks Covid-19. “Meski begitu, pesannya bersifat everlasting. Sampai kapan pun tetap relevan,” tambah peraih gelar doktor tahun 2008 dengan predikat cum laude itu.

Doni Monardo terinspirasi dan menyempurnakan slogan "4 Sehat 5 Sempurna" khusus untuk menghadapi Covid. Ia berharap slogan versi baru ini menjadi alarm manusia Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Sampai saat ini, belum ada manusia atau negara yang bisa mengalahkan Covid. Oleh karenanya, beradaptasi menjadi kunci. Jika slogan ‘4 Sehat’ mampu diimplementasikan oleh setiap individu, niscaya kita tidak perlu mengkhawatirkan virus sepanjang disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Wiku Adisasmito yang ikut menemani Rini, menyampaikan, penting untuk mengepalkan suatu narasi "4 Sehat 5 Sempurna" guna membantu setiap warga masyarakat berubah, khususnya dalam menghadapi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Doni menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim.

Gerakan dengan slogan "4 Sehat 5 Sempurna" versi lawas merupakan adaptasi dari rekomendasi USDA, basic four atau basic five. Di Indonesia kemudian dikenal sebagai Empat Sehat Lima Sempurna (ESLS). Slogan yang diciptakan oleh Prof. Poorwo Soedarmo ini bahkan lebih populer dari slogan yang muncul berikutnya ‘Isi Piringku Bergizi Seimbang.’

Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia merupakan sosok yang merintis dan mengembangkan pengetahuan tentang gizi dan ketenagaan gizi di Indonesia. Ribuan tenaga gizi dengan berbagai tingkatan Diploma sampai S3 dan guru besar, bermula dari gagasan dan perjuangan Poorwo pada tahun 1950-an.

Poorwo dilahirkan di Malang, Jawa Timur, pada 20 Februari 1904 dan meninggal pada usia 99 tahun. Pria lulusan Sekolah Kedokteran Stovia tahun 1927 ini merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. “Beliau memang asli Malang, tapi saya tidak bisa berbahasa Jawa,” kata Rini, sang cucu, sambil tertawa.

Berdasar catatan sejarah, Poorwo pernah bekerja sebagai kepala pelayanan medis hingga tahun 1948. Poorwo yang mendapat ijazah dokter dari Ida Gaigako kemudian menjadi dokter kapal ‘Polodarus.’

Ketertarikan terhadap ilmu nutrisi diawali ketika ia berlabuh di London tahun 1949. Akhirnya, Poorwo menempuh studi malaria dan peran DDT di London School of Hygiene and Tropical Medicine. Ia juga belajar ilmu gizi di Post Graduate Institute, London (1949) dan Institute of Nutrition, Manila (1950). Kemudian ia mendalami ilmu yang sama di School of Public Health and Nutrition, Harvard University (1954-1955).

Setelah menimba ilmu gizi di luar negeri, Poorwo kembali ke Indonesia dan mendirikan Akademi Ahli Diit dan Nutrisionis atau dikenal juga dengan APN (Akademi Pendidikan Nutrisionis), yang kemudian diganti nama Akademi Gizi.

Poorwo menjadi guru besar pertama Ilmu Gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tahun 1958. Dua tahun kemudian Poorwo lulus dari Institute of Nutrition Sciences, Columbia University, New York.

Poorwo tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputra Utama tahun 1992 dari Pemerintah Indonesia atas jasa mengembangkan gizi. Di samping penghargaan itu, ia mendapat piagam penghargaan Ksatria Bakti Husada Kelas I pada tahun 1993.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kejari Cilegon Bukan Penyedia Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Pihaknya hanya melakukan pendampingan hukum terhadap program penanggulangan Covid-19 di Pemkot Cilegon.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Memastikan Akses Membaca Bagi Siswa Difabel

Ditjen GTK Kemdikbud menyatakan memastikan akses membaca bagi siswa difabel membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Ini 4 Insentif Pemerintah untuk Petani dan Nelayan

Presiden minta prosedurnya mudah, sederhana dan tidak berbelit-belit.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Cegah Covid-19, Objek Wisata di Jambi Tetap Tutup Pascalebaran

Surat edaran Pemkot Jambi menyebut objek wisata dan tempat hiburan harus tutup hingga 29 Mei 2020.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Masyarakat Tak Boleh Kendur Lawan Covid-19

Kesehatan warga juga dijamin dengan pembagian hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, pengukuran suhu tubuh, dan edukasi rutin kepada warga.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Polisi Tangkap Pengunggah Video Syur Mirip Syahrini

Pemilik akun @danunyinyir99 yang ditangkap itu adalah seorang perempuan berinisial M. Tersangka sudah dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Positif Covid-19 di Sumut Melonjak Jadi 332, 116 Orang Sembuh

Penambahan jumlah kasus positif menunjukkan belum ada penurunan penularan Covid-19.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Kesadaran Warga Bengkulu Kenakan Masker Masih Rendah

Masih cukup banyak ditemukan warga Bengkulu ketika berada diluar rumah tidak menggunakan masker.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Hadapi New Normal, Pesantren Butuh Perhatian Khusus

PPP meminta pemerintah untuk menyiapkan kebijakan khusus new normal untuk santri pondok pesantren.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Suap Proyek Jalan di Kaltim, Kepala BPJN XII Dituntut 6 Tahun Penjara

Jaksa meyakini Refly Ruddy terbukti bersalah telah menerima suap terkait proyek jalan di Kalimantan Timur tahun anggaran 2018-2019.

NASIONAL | 27 Mei 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS