Kawal New Normal, Polisi Banten Ikuti 13 Langkah Cegah Covid-19

Kawal New Normal, Polisi Banten Ikuti 13 Langkah Cegah Covid-19
Prajurit TNI berjaga di loket Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Laurens Dami / JEM Kamis, 28 Mei 2020 | 14:54 WIB

Serang, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah mempersiapkan ratusan personel gabungan untuk mengawal penerapan kehidupan normal baru atau new normal di Kabupaten Tangerang yang menjadi wilayah hukum Polda Banten.

Tidak hanya persiapkan personel, Polda Banten juga telah mewajibkan personel untuk menaati protokol kesehatan dalam melakukan pengamanan di lapangan.

Ada 13 poin protokol pencegahan Covid-19 yang wajib diikuti personel kepolisian sama seperti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan bahwa Polda Banten akan meningkatkan pengamanan dengan menerjunkan ratusan personel untuk mengawal penerapan kehidupan normal baru khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang yang merupakan wilayah hukum Polda Banten

"Polda Banten sudah merumuskan konsep peningkatan pengamanan dengan melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP dan Dinkes ke titik-titik keramaian masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Kamis (28/5/2020).

Edy mengungkapkan, kekuatan personel yang akan diterjunkan sebanyak 885 personel gabungan yang terdiri dari 535 anggota Polri, 200 anggota TNI, 150 dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tim gabungan ini diambil semuanya dari Kabupaten Tangerang. Untuk back up dari satuan kerja Polda Banten.

Edy mengatakan, personel tersebut akan disebar ke titik keramaian seperti mal, pasar modern, pasar tradisional, rumah makan, stasiun kereta, hotel, terminal, bahkan di objek wisata. Personel akan memastikan masyarakat memakai masker dan jaga jarak fisik, serta protokol kesehatan lainnya.

"Personel itu sebenarnya sudah dikerahkan sejak Operasi Ketupat Kalimaya 2020 dan operasi terkait penanganan Covid-19. Namun, dengan akan diterapkannya new normal personel juga akan memastikan protokol kesehatan diterapkan secara baik," ujar Edy.

Edy mengajak kepada pengelola mal, pasar, dan seluruh elemen masyarakat agar selalu mengikuti protokol kesehatan sebagai upaya percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kehadiran personel TNI-Polri di ruang publik, untuk memastikan kedisiplinan masyarakat dengan harapan agar masyarakat lebih tertib dan taat dalam mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona," ujar Edy.

Edy Sumardi menuturkan, personel dalam melaksanakan tugas pengamanan dan penertiban di masa pandemi Covid-19, berhadapan dan terjun langsung di lapangan, sehingga berisiko tinggi dapat terpapar wabah virus corona

Oleh karena itu, perlu adanya protokol pencegahan penularan bagi personel yang melaksanakan tugas pengamanan dan penertiban dalam rangka percepatan penanganan Covid-19

Edy Sumardi pun mengingatkan kepada seluruh personel Polri yang bertugas untuk memperhatikan 13 poin yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/334/2020 tentang Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19

"Saya berharap kepada seluruh personel yang bertugas agar protokol itu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar bisa bertugas dengan aman dan terhindar dari Covid-19," ujar Edy Sumardi.

Tiga belas poin protokol pencegahan Covid-19 yang wajib diikuti personel kepolisian dalam mengawal penerapan new normal yakni pastikan aparat dalam kondisi sehat sebelum bertugas di lapangan; gunakan seragam berlengan panjang saat bertugas; wajib menggunakan masker, face shields dan sarung tangan.

Tidak hanya itu, perlu selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer; hindari tangan menyentuh area wajah; tetap memperhatikan physical distancing.

“Apabila aparat harus melakukan kontak fisik dengan masyarakat, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Terapkan waktu kerja 8 jam sehari atau maksimal 12 jam per hari, 40 jam seminggu,” ujar Edy.

Saat pulang bertugas segera bersihkan diri membersihkan diri (mandi dan ganti pakaian); tingkatkan daya tahan tubuh dengan minum vitamin dan olahraga; lakukan medical check up; bersihkan kendaraan secara berkala dengan disinfektan; lakukan pemantauan setiap personel yang tidak masuk karena sakit, guna mengetahui keterkaitannya dengan kriteria Covid-19.

Edy menjelaskan, poin penting dalam konsep New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com