Kapolri Keluarkan Telegram untuk Implementasikan Skenario New Normal

Kapolri Keluarkan Telegram untuk Implementasikan Skenario New Normal
Prajurit TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / JEM Kamis, 28 Mei 2020 | 15:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan surat telegram pada jajaran untuk mengimplementasikan skenario kehidupan normal baru (new normal) dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19.

Ini adalah tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo yang memerintahkan TNI/Polri untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat.

Menurut Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (28/5/2020), telegram itu bernomor ST No. 249 tanggal 28 Mei 2020. Para Kasatwil diminta untuk aktif membuat pengaturan pencegahan penularan Covid-19.

“Baik terhadap pengelola tempat kerja, pelaku usaha, pekerja, pelanggan, atau konsumen dan masyarakat melalui adaptasi perubahan pola hidup pada situasi Covid-19,” kata Ahmad.

Polri berpedoman aturan itu pada Keputusan Menteri Kesehatan No 328 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19  dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 335 tanggal 20 Mei 2020.

Menurut Ahmad, Kapolri juga meminta jajarannya bersinergi dengan TNI dan stakeholder terkait untuk mendisiplinkan masyarakat dalam kehidupan new normal. Polri menegaskan upaya ini tetap mengedepankan upaya humanis.

“Polri mengedepankan upaya persuasif kepada warga selama new normal namun bagi masyarakat yang melanggar aturan atau melawan petugas dapat dikenakan Pasal 212 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau denda paling banyak Rp 4.500,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com