Azis Syamsuddin: Normal Baru Patut Diapresiasi Demi Kembalikan Kemerdekaan Masyarakat Berkarya

Azis Syamsuddin: Normal Baru Patut Diapresiasi Demi Kembalikan Kemerdekaan Masyarakat Berkarya
Aziz Syamsuddin. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 28 Mei 2020 | 16:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, menyatakan langkah pemerintah membuat protokol new normal atau normal baru, patut diapresiasi. Sebab cara itu adalah upaya mengembalikan kemerdekaan masyarakat untuk berkarya yang menyesuaikan dengan realitas belum adanya vaksin maupun obat penyakit akibat virus corona (Covid-19).

"Selama dunia belum menemukan obat atau vaksin untuk Covid-19, kita mungkin harus menyesuaikan diri dengan new normal life. Cara baru untuk hidup dan menjalani kehidupan, pekerjaan, dan interaksi kita dengan orang lain," kata Azis Syamsuddin, Kamis (28/05/2020).

Sebenarnya, menurut politikus Golkar itu, keadaan normal baru adalah hal biasa yang dialami manusia ketika terjadi sesuatu yang memicu perubahan. Manusia memang terbiasa terus berinovasi dan menyesuaikan dengan situasi yang ada.

Dalam konteks saat ini dimana pandemi Covid-19 belum bisa diobati, Azis Syamsuddin mengatakan kehidupan sehari-hari dilakukan dengan sebuah protokol kesehatan yang bertujuan mencegah penularan.

Baginya, new normal dalam konteks kesehatan perlu disadari bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk saling melindungi. Dimulai dari melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.

"Kuncinya adalah kesadaran yang lebih mendalam. Kita sebagai masyarakat perlu mendukung perjuangan para dokter dengan cara menjaga diri kita sendiri dengan menjalankan segala prosedur dan protokol kesehatan," ulasnya.

Pemerintah pun sudah memerintahkan agar prajurit TNI-Polri terlibat dalam mengawasi dan menjaga ketertiban. Seluruh warga sebaiknya mendukung niat baik dan dedikasi TNI-Polri dalam pelaksanaan normal baru.

Menurut Azis Syamsuddin, besar kemungkinan masyarakat akan menjalani keadaan normal baru untuk waktu yang sangat lama. Dan saat semua sudah membaik kelak, masyarakat juga bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya.

"Proses ini akan membangun karakter disiplin individu yang kuat. Disiplin adalah kunci dalam menekan laju penyebaran Covid-19, kita tidak boleh menyerah dengan disiplin. Jika ada gelombang kedua Covid-19 pun, kita harus konsisten dengan disiplin sehingga mata rantai penyebaran dapat terus diputus," pungkas Azis Syamsuddin.



Sumber: BeritaSatu.com