Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Terbanyak

Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Terbanyak
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Ari Supriyanti Rikin / JAS Kamis, 28 Mei 2020 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Kamis (28/5/2020) sebanyak 687 orang sehingga totalnya menjadi 24.538. Penambahan kasus terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penambahan jumlah kasus positif tersebut yang paling banyak terdapat di Jawa Timur, kemudian Kalimantan Selatan, Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

"Kenaikan ini kita dapatkan cukup banyak di Provinsi Jawa Timur ada 171 kasus, kemudian Kalimantan Selatan 116, di DKI Jakarta 105, Sulawesi Selatan 46, kemudian di Sumatera Utara 30 kasus," katanya dalam telekonferensi di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (28/5).

Yurianto menyebut, angka penambahan kasus di DKI Jakarta yang paling banyak adalah dari para Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi atau yang pulang dari luar negeri. Menurut Yuri, para WNI yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu telah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

"DKI Jakarta ini didominasi oleh saudara-saudara kita yang baru kembali, karena bekerja di luar negeri, dan kita harus melakukan screening terhadap mereka, dan hari ini cukup banyak juga yang kita dapatkan. Seluruhnya kita rawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," paparnya.

Sementara itu, Yuri memperinci wilayah yang nihil penambahan kasus meliputi Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Lampung, Riau, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian untuk wilayah yang ada satu penambahan kasus adalah Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Adanya kasus nihil tersebut sekaligus menjadi tantangan terbesar bagi masing-masing wilayah untuk mempertahankannya.

Selanjutnya, apabila melihat hitungan hari ke hari, Provinsi Kalimantan Selatan terdapat penambahan cukup banyak kasus positif Covid-19, akan tetapi Yuri menyatakan bahwa Jawa Timur menjadi wilayah yang paling banyak, meski telah mengalami penurunan hingga 28 orang jika dibanding data hari sebelumnya, Rabu (27/5/2020).

"Kalau kemudian kita hitung dari hari ke hari, maka terlihat, bahwa memang hari ini penambahan yang cukup banyak itu adalah Kalimantan Selatan, karena kemarin 73, sekarang jadi 116. Sementara kalau kita lihat Jawa Timur, memang saat ini paling tinggi, tetapi sebenarnya, kemarin tuh 199, sekarang jadi 171, artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin," jelas Yuri.

Lebih lanjut, Yuri mengajak masyarakat agar memahami bahwa apa yang disimpulkan melalui data dari 34 provinsi dan 412 kabupaten/kota tersebut dipengaruhi oleh dinamika sosial. Oleh sebab itu, Yuri juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih berdisiplin kembali dan mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus rantai Covid-19 di tanah air.

"Inilah yang menjadi perhatian kita, bahwa masih ada beberapa daerah yang memang gambaran grafiknya sudah mulai menurun, ada yang melandai, tetapi ada beberapa yang naik. Kita memaklumi kondisi ini, karena memang dinamika sosial yang berada di provinsi satu dengan yang lain tidak sama," ungkapnya.

Menurutnya, proses penularan masih terjadi. Artinya, masyarakat harus betul-betul disiplin mematuhi seluruh anjuran pemerintah. Caranya harus mulai mengaktifkan kembali cara-cara hidup dengan kenormalan yang baru.

Selain data penambahan kasus positif, Gugus Tugas juga memperinci data total pasien sembuh menjadi 6.240 setelah ada penambahan 183 orang dan kasus meninggal menjadi 1.496 dengan penambahan 23 orang.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 289.906 yang dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) di 87 laboratorium, tes cepat molekuler (TCM) di 50 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 167 lab. Secara keseluruhan, 201.311 orang telah diperiksa dan hasilnya 24.538 positif dan 176.773 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.749 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.250 orang.



Sumber: BeritaSatu.com