Kadin Salurkan Bantuan Rp 5 Miliar untuk 10 RS di Jatim

Kadin Salurkan Bantuan Rp 5 Miliar untuk 10 RS di Jatim
Kadin Jatim menyalurkan bantuan APD ke RS di Surabaya. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Amrozi Amenan / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 20:35 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim menyalurkan bantuan dari Kadin Indonesia senilai Rp 5 miliar kepada 10 rumah sakit (RS) di Jatim yang menjadi ujung tombak penanganan virus corona (Covid-19). Bantuan tersebut dalam bentuk alat pelindung diri (APD) diantaranya baju hazmat, shoe cover dan surgical gown (baju untuk operasi).

Baca Juga: Pelaku Bisnis di Jatim Siapkan Strategi Hadapi New Normal

"Bantuan ini kami rupakan APD karena kebutuhan rumah sakit sangat tinggi. Ini untuk membentengi para tenaga medis, baik dokter maupun perawat dalam menunaikan tugas mulia mereka merawat pasien Covid-19," kata Ketua Panitia Kadin Jatim Peduli Covid-19, Diar Kusuma, Kamis (28/5/2020).

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menambahkan, bantuan yang diberikan tidak berhenti sampai disini, melainkan akan berlanjut.

"Nanti akan kita salurkan lagi APD ke beberapa Rumah Sakit yang lain serta bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Intinya kami akan terus melakukan upaya penanganan Covid-19," ujar Adik.

Baca Juga: PTPN XII Siap Terapkan Skenario New Normal

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim, Samsul Arifin, mengatakan, kebutuhan APD bagi RS memang sangat tinggi seiring dengan kian melonjaknya jumlah pasien yang dirawat di RS tersebut.

"Tiap RS berbeda-beda, tetapi rata-rata kebutuhannya sangat besar. Dalam sebulan, biaya untuk pembelian APD ini bisa mencapai Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar. Oleh karena itu, dengan adanya bantuan dari Kadin Jatim ini kami sangat terbantu dan kami ucapkan terima kasih," kata Samsul yang Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.

Samsul mengakui, selama ini RS memang banyak kecolongan dengan keberadaan pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG). Pasien tersebut masuk sebagai pasien biasa ke klinik atau poli dan opname di ruangan pasien biasa. Setelah itu pasien OTG ini baru menunjukkan gejala batuk.

Baca Juga: Kadin Jatim Ajak Perusahaan Terapkan Protokol Kesehatan


"Ketika kami lakukan rapid test hasilnya reaktif, hasil swab pun menunjukkan positif. Inilah yang mengakibatkan tenaga medis kita banyak yang tertular. Di Surabaya saja, tenaga medis yang tertular mencapai lebih dari 100 orang," terang Samsul.

Untuk itu, lanjut Samsul, Pemkot Surabaya mengharuskan pasien yang akan melakukan MRS ataupun operasi harus dilakukan screening Covid-19.

"Walaupun harus mengeluarkan biaya lagi tidak mengapa karena langkah ini untuk melindungi tenaga medis. Dan pastinya, kebutuhan APD menjadi semakin Tinggi," tegas Samsul.

 



Sumber: BeritaSatu.com