Juni, Bansos Tunai Tahap II Ditargetkan Sentuh 9 Juta Keluarga

Juni, Bansos Tunai Tahap II Ditargetkan Sentuh 9 Juta Keluarga
Ilustrasi bansos tunai. (Foto: Antara)
Ari Supriyanti Rikin / IDS Kamis, 28 Mei 2020 | 19:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menyebut realisasi penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap pertama kepada 8,32 juta keluarga akan rampung akhir pekan ini. Pada Juni yang merupakan jadwal penyaluran BST tahap kedua, Kemsos optimistis target 9 juta keluarga akan bisa tergapai.

Dalam stimulus jaring pengaman sosial di tengah pandemi Covid-19, Kemsos menargetkan 9 juta keluarga yang akan menerima BST. Sebelumnya, data yang didapatkan dari daerah pada tahap pertama penyaluran adalah sebesar 8,3 juta keluarga.

Sekretaris Jenderal Kemsos, Hartono Laras mengatakan, BST ditargetkan untuk disalurkan kepada 9 juta keluarga di 503 kabupaten/kota di Indonesia. Sebelum Idulfitri, data yang masuk ke Kemsos hanya 8,3 juta keluarga karena ada daerah yang tidak optimal menyampaikan usulannya.

"Penyaluran BST sebelum Lebaran sudah mencapai 95%. Ada daerah yang tidak mengusulkan data maka kita alihkan ke kabupaten/kota lain yang mengusulkan. Ini upaya kita mempercepat penyaluran bansos," katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Saat ini lanjutnya, usulan daerah terus masuk sehingga, ada perbaikan dan terdata 8,7 juta keluarga. Jumlah ini pun terus dikumpulkan hingga mencapai 9 juta keluarga, terutama bagi keluarga di daerah tertinggal, terpencil dan terluar (3T). Bahkan untuk keluarga di 3T, akan dikaji penyaluran sekaligus karena mempertimbangkan medan distribusi yang sulit.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemsos, Asep Sasa Purnama mengungkapkan, BST disalurkan melalui himpunan bank negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Himbara sudah menyalurkan BST kepada 753.998 keluarga dan PT Pos Indonesia menyalurkan BST kepada 8,2 juta keluarga.

"Beberapa hari ini kita dapat data daerah mencapai 8,7 juta keluarga, ada beberapa yang disempurnakan. Diharapkan Juni kita gapai 9 juta keluarga," ucapnya.

Dari penyaluran tahap pertama lanjut Asep, PT Pos Indonesia sudah menambah titik salur tidak hanya di kantor pos, tetapi juga di kantor desa/kelurahan dan sekolah. Jam operasional juga diperpanjang hingga tengah malam. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran bansos dan menghindari penumpukan masyarakat penerima BST.

Kemsos, tambah Asep, sudah mengingatkan PT Pos untuk memperhatikan protokol kesehatan dalam penyaluran BST. Sementara itu untuk lansia, disabilitas dan masyarakat dalam kondisi sakit, PT Pos menyalurkan BST dengan mekanisme pengantaran ke keluarga penerima.

BST ini akan diberikan selama 3 bulan dengan besaran Rp 600.000 per keluarga. Penerima BST adalah keluarga kurang mampu dan sangat terdampak Covid-19 di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang sudah mendapatkan bansos sembako.



Sumber: BeritaSatu.com