Wagub Melepas Relawan Covid-19 Bertugas di Berbagai Daerah di Papua

Wagub Melepas Relawan Covid-19 Bertugas di Berbagai Daerah di Papua
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. (Foto: Wikipedia)
Robert Isidorus / EHD Kamis, 28 Mei 2020 | 21:57 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal melepas Tenaga Relawan Covid-19 yang akan bertugas di 16 Kabupaten Kota yang rawan penyebaran Covid-19. Acara pelepasan berlangsung di halaman kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kamis (28/5) siang.

Tenaga Relawan Covid-19 terdiri dari 48 tenaga dokter, 28 di antaranya merupakan dokter intensif yang akan ditugaskan di Kota Jayapura, kemudian 96 tenaga paramedis (perawat), lalu 14 tenaga epidemiologi dan 10 tenaga gizi.

Saat itu itu Wagub juga menyerahkan secara simbolis bantuan ventilator kepada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19, serta penyerahan bantuan 1.000 unit Hygiene Kit dari Unicef Wakil Gubernur Klemen Tinal dalam arahannya mengatakan, para tim relawan ini akan melakukan hal besar dalam bentuk tugas kemanusiaan karena berhubungan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi dunia saat ini termasuk di Papua “Kita harus tetap bersama dalam menangani, mengobati wabah Covid-19 ini,” ujar Klemen.

Menurutnya, penempatan tenaga kesehatan ke daerah yang rawan penyebaran Covid-19, sebagai bukti nyata yang dilakukan pemerintah provinsi Papua. “Jadi selain kita (pemerintah provinsi) membantu secara finansial, memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak akibat pandemi Covid-19, kita juga membantu dalam hal penanganan kesehatan,” kata Wagub.

Dia berpesan kepada para tenagan relawan agar tetap semangat dalam menjalankan tugas misi kemanusiaan “Saudara sekalian harus bersukcita, bangga karena dari sekian banyak orang tenaga medis yang mau,tapi kalian yang terpilih. Ini berarti Tuhan punya rencana yang indah buat kalian,” tukas Klemen.

Dijelaskan, saat ini angka kasus positif Covid-19 mencapai 656 kasus. Menurutnya, dilihat dari angka memang meningkat tajam. “Namun kita harus lihat dari sisi positif, bahwa Papua dengan jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa, yang positif 656. Ini karena tim gugus tugas provinsi dan semua jajaran di kabupaten kota gencar melakukan rapid test secara masif sehingga tidak ada yang tersembunyi,” jelasnya.

Dikatakan, dengan melakukan rapid test, diketahui siapa yang sudah terkena sehingga memudahkan dalam penanganannya.
Di kesempatan itu, Wagub Klemen kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

New Normal

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal kembali mengimbau kepada para warga Kota Jayapura agar selalu memperhatikan jam aktivitas biar tak terjebak dalam penyekatan. Hal ini disampaikan Kabid Humas, Kamis (28/5/2020).

"Tak bosan-bosannya kami terus mengimbau kepada warga dengan adanya kesepakatan bersama Forkopimda Papua agar memperhatikan waktu aktivitas diluar rumah dengan baik agar tidak terkena atau terjebak penyekatan yang dilakukan aparat gabungan di lapangan," imbau Ahmad.

"Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, maka dari itu tepat pukul 14.00 WIT kami harapkan agar seluruh aktivitas masyarakat dihentikan," tambahnya.

Ia mengatakan, situasi dan kondisi di Provinsi Papua selama pandemi Covid-19 sudah sampai pada angka 656 kasus positif, dan ia berharap apa yang direncanakan pimpinan pusat dan daerah terkait New Normal tentunya dampak positif negatifnya ada, tetapi pada tanggal 4 Juni akan dilakukan evaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

"Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat bahwa ke depan akan diterapkan New Normal, ini untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat karena dari kepolisian sendiri jika ekonomi masyarakat terganggu tentunya akan menimbulkan atau muncul gangguan Kamtibmas," terangnya.

New Normal adalah keadaan normalisasi seperti biasanya tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, tujuannya tidak lain menjaga dan menumbuhkan perekonomian masyarakat dan ekonomi negara.

"Kemarin kami melaksanakan pemantauan di Wilayah Kota Jayapura dan di sana rekan kami dari Satgas Ops Aman Nusa II melaksanakan tugas dengan baik untuk mengawal pergerakan masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak beraktivitas di atas pukul 14.00 hingga 06.00 WIT," pungkas Ahmad.

 



Sumber: BeritaSatu.com