New Normal di Kerinci, Prioritaskan Sektor Perkebunan dan Pangan

New Normal  di Kerinci, Prioritaskan Sektor Perkebunan dan Pangan
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Proivinsi (Pemprov) Jambi, HM Dianto memukul beduk pertanda dimulainya Festival Danau Kerinci 2019 di lapangan dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu, 3 November 2019. (Foto: SP/Radesman Saragih)
Radesman Saragih / EHD Kamis, 28 Mei 2020 | 23:59 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci memprioritaskan sektor perkebunan dan pertanian tanaman pangan memasuki aktivitas new normal atau normal baru di tengah Covid-19. Untuk itu persiapan menghadapi new normal di kalangan perusahaan perkebunan dan petani di Kerinci kini mulai dilakukan.

“Pemprov Jambi kini mempersiapkan pengangktifan kembali kegiatan perkebunan teh, kulit manis dan tanaman pangan, khususnya padi di Kerinci. Persiapan itu dilakukan terkait ditetapkannya Kabupaten Kerinci menjadi salah satu percontohan pelaksanaan new normal terkait Covid-19,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Kamis (28/5/2020).

Menurut Johansyah, pengaktifan kembali industri perkebunan teh di Kerinci karena produksi teh Kayu Aro, Kerinci yang dikelola PT Perkebunan Nasional (VI) Jambi - Sumatera Barat selama ini cukup besar.

Kemudian jumlah tenaga kerja yang terserap di perusahaan perkebunan teh juga banyak. Selain itu teh Kayu Aro Kerinci juga menjadi andalan ekspor Jambi.

Selain itu, lanjut Johansyah, kegiatan perkebunan kulit manis (cassiavera) di Kerinci juga diprioritaskan diaktifkan kembali memasuki new normal terkait Covid-19 karena Kerinci termasuk pengeksporkulit manis terbesar di Sumatera. Jumlah petani di Kerinci yang mengandalkan sumber pendapatan dari kulit manis juga cukup banyak.

“Kegiatan pertanian tanaman pangan di Kerinci, khususnya sayur-mayur dan padi juga mendapat prioritas memasuki new normal ini karena Kerinci termasuk sentra produksi utama tanaman pangan dan sayur-mayur di Jambi,” katanya.

Dikatakan, pada penerapan new normal, aspek ekonomi dan kesehatan mendapat prioritas utama untuk diaktifkan kembali. Sekitar 70% dasar penerapan new normal terkait produktivitas ekonomi dan 30 % aspek kesehatan.

Menurut Johansyah, untuk menerapkan new normal di Kabupaten Kerinci saat ini telah dipersiapkan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut, yakni prakondisi, sosialisasi dan edukasi public untuk mempersiapkan masyarkat dan aparatur pemerintah melaksanakan new normal.

Setelah itu nanti baru dilanjutkan dengan penyiapan data epidemologi, tingkat kesehatan, prioritas kegiatan, koordinasi, saling sinergi mempersiapkan daerah, monitoring, evaluasi dan penegakan hukum.

“Kegiatan yang telah dipersiapkan untuk melaksanakan new normal di Kabupaten Kerinci, yakni gerakan membagi masker, gerakan perilaku bidup bersih dan sehat, termasuk penyediaan hand sanitizer serta ketaatan penerapan physical distancing (jaga jarak fisik) di lingkungan perusahaan dan para petani,”katanya.



Sumber: BeritaSatu.com