Gubernur Jabar: 60 Persen Wilayah Bisa Memulai Kenormalan Baru

Gubernur Jabar: 60 Persen Wilayah Bisa Memulai Kenormalan Baru
Ridwan Kamil Paparkan Penurunan Kasus Corona di Jawa Barat (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Adi Marsiela / JEM Jumat, 29 Mei 2020 | 11:30 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan sekitar 60 persen kabupaten dan kota sudah bisa memulai kenormalan baru.

Dia merujuk pada grafik indeks reproduksi Covid-19 yang dibuat tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang selama dua hari memperlihatkan indeks 0,97.

“Sehingga dijadikan percontohan tahap awal untuk proses adaptasi kebiasaan baru,” kata Ridwan lewat akun instagram pribadinya, Kamis, 28 Mei 2020 malam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ungkap Ridwan, menyatakan wilayah yang bisa mempertahankan indeks reproduksi Covid-19 selalu di angka 1 selama 14 hari, maka penyebaran virus corona bisa dikategorikan terkendali. “Dan new normal atau adaptasi kebiasaan baru bisa dilakukan dengan hati-hati,” tambah Ridwan.

Meski belum mengumumkan wilayah mana saja yang direkomendasikan lebih awal memulai kenormalan baru, Ridwan menyatakan, hal tersebut bakal dilakukan perlahan, bertahap, dan hati-hati. “Rumah ibadah dan industri dulu baru toko, resto retail, mal. Dan Jawa Barat terus dilakukan pelacakan atau pengetesan massif dengan mobile test lab setiap hari,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi diperpanjang seperti tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.287-Hukham/2020.

Keputusan tentang Perpanjangan PSBB Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19 itu ditandatangani Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Kamis, 28 Mei 2020. Perpanjangan ini merupakan kelanjutan dari pemberlakuan PSBB proporsional tingkat Provinsi Jawa Barat 19-29 Mei 2020.

“Kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dari 30 Mei-4 Juni 2020. Sementara di luar Bodebek, perpanjangan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 Mei sampai dengan 12 Juni 2020,” kata Setiawan seperti dikutip dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 28 Mei 2020 malam.

Setiawan menyatakan, keputusan perpanjangan PSBB berdasarkan hasil evaluasi dan dikonsultasikan dengan sejumlah ahli, baik epidemiolog dan ekonom.

“Perpanjangan PSBB Bodebek mengikuti kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Hal itu karena Bodebek menjadi daerah penyangga Ibu Kota. Jadi, kebijakannya harus sejalan agar penanggulangan Covid-19 optimal,” terang Setiawan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membagi lima level kewaspadaan buat 27 kabupaten dan kota berdasarkan delapan parameter. Masing-masing, adalah, indeks laju orang dalam pemantauan (ODP), laju pasien dalam pengawasan (PDP), laju kesembuhan, laju kematian, laju reproduksi kasus, laju transmisi, laju pergerakan, dan risiko geografis.

“Besok (hari ini-red) provinsi akan mengeluarkan nilai tingkat kewaspadaan di kabupaten dan kota, yang mana status PSBB tersebut akan dilakukan oleh masing-masing daerah secara proposional sesuai dengan level kewaspadaan dalam skala mikro. Kondisi new normal tentu saja akan tergantung dari level kewaspadaan itu,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com