Polisi Tunggu Laporan KPU Soal Kebocoran Data Pemilih

Polisi Tunggu Laporan KPU Soal Kebocoran Data Pemilih
Ilustrasi KPU (Foto: istimewa)
Farouk Arnaz / YS Jumat, 29 Mei 2020 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Mabes Polri masih menunggu laporan lengkap dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait bocornya 2,3 juta data kependudukan yang dijual oleh hacker di forum dark web.

”Benar pada Kamis (28/5/2020) kemarin KPU datang ke SPKT Bareskrim Polri untuk membuat laporan polisi tentang kebocoran data daftar pemilih tetap KPU,” kata Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jumat (29/5/2020).

Namun, dikarenakan syarat formil belum lengkap, di antaranya surat tugas dari pimpinan KPU dan hasil terjemahan dari akun di media sosial, maka laporan itu belum diterima.

“Hari ini direncanakan pihak KPU akan kembali datang ke SPKT Bareskrim Polri untuk membuat laporan polisi,” tambah Ahmad.

Informasi bocornya jutaan data ini dicuitkan oleh akun Twitter @underthebreach. Pelaku mengklaim akan menampilkan 2,3 juta data kependudukan Indonesia dan pemilihan umum.



Sumber: Suara Pembaruan