Airlangga Hartarto Sebut 92 Proyek Strategis Rampung

Airlangga Hartarto Sebut 92 Proyek Strategis Rampung
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: istimewa / Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 29 Mei 2020 | 14:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dari 223 proyek strategis nasional (PSN) yang lama, sebanyak 88 persen atau 92 proyek yang pelaksanaannya sudah rampung.

Dari jumlah 92 proyek tersebut, terdapat tahapan konstruksi 27 proyek sudah selesai dan beroperasi.

“Bahwa dari 223 proyek, sudah 88 persen tahap yang sudah selesai, adalah 92 proyek. Kemudian dari 92 proyek itu, 27 tahap konstruksi selesai dan beroperasi. Sedangkan 98 proyek dalam progres konstruksi itu sendiri,” kata Airlangga Hartarto saat konferensi pers usai menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (29/5/2020).

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, PSN adalah proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau badan usaha yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan 245 PSN dengan nilai proyek sebesar Rp 4.197 triliun. Penetapan itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dalam perjalanannya, pemerintah mengeluarkan 10 dari 223 proyek yang ada dalam daftar PSN 2019. Keputusan tersebut diambil karena proyek dipastikan tidak akan selesai sampai akhir masa pemerintahan Jokowi.

Terkait program kebijakan pemerintaan ekonomi, Airlangga Hartarto menjelaskan sudah ada sebanyak 3,96 juta lahan sudah tersertifikasi. Kemudian, legalisasi lahan transmigrasi sudah diterbitkan untuk total luas lahan 84.653 hektare serta untuk lahan perhutanan sosial sudah ada sebanyak 3,43 juta hektare.

Tidak hanya, itu lahan yang sudah digunakan untuk peremajaan perkebunan sawit ada 15.814 hektare. “Tadi dilaporkan juga rencana revitalisasi penanaman sawit rakyat,” ujar Airlangga Hartarto.

Berikutnya, terkait dengan program ketenagalistrikan 35 GW, tercatat 6.811 MW sudah beroperasi, yang masih dalam konstruksi 20.168 MW, kemudian 6.678 MW sudah memiliki power purchase agreement, 829 MW dalam tahap pengadaan, dan 734 MW dalam tahap perencanaan.

Ditambahkannya, kriteria proyek strategis nasional ini di antaranya proyek ini memiliki peran terhadap perekonomian, kesejahteraan sosial, dampak positif terhadap lapangan kerja dan sosial ekonomi masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup.

“Dan selaras dengan sektor lain terutama pembangunan infrastruktur dengan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, kawasan wisata dan proyek didistribusikan secara nasional. Dan proyek memiliki batas nilai investasi sekitar Rp 500 miliar. Walaupun ada proyek-proyek di bawah itu yang dianggap strategis dan masuk dalam PSN ini,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com