Kapolda Papua: Kondisi Geografis dan Alam Jadi Kendala Utama Pengejaran KKB

Kapolda Papua: Kondisi Geografis dan Alam Jadi Kendala Utama Pengejaran KKB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Suara Pembaruan / Robert Isidorus)
Robert Isidorus / JAS Jumat, 29 Mei 2020 | 17:36 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Kendala selama ini yang dihadapi dalam upaya penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yakni kondisi geografis dan medan yang sulit.

“Medan di Papua ini sulit, karena daerahnya serba lebar dan alamnya serta kondisi geografisnya luar biasa. Kemudian soal penguasaan medan, mereka lebih menguasai daripada kita,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Jumat (29/5/2020) sore.

Menurut Paulus Waterpauw, sampai dengan saat ini Polda Papua melalui satuan tugas khusus telah mempersempit ruang gerak KKB khususnya di wilayah Mimika.

“Sampai dengan hari ini kelompok yang berada di Timika dan sekitarnya, baik sekitar kota maupun Tembagapura, bisa kita awasi dengan ketat sehingga pergerakan mereka tidak leluasa seperti sebelumnya,” papar Kapolda Papua.

Bahkan dari hasil hasil monitoring, kata Kapolda, beberapa kelompok yang telah bergabung di Timika sudah kembali di wilayahnya.

“Mereka masih ada di Tembagapura masih ada, tapi sebagian lainnya yang waktu itu bergabung sudah memilik balik karena masalah logistik baik bama maupaun amunisi,” ungkap Kapolda Papua.

Ia pun memaparkan saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyiapkan kebutuhan organisai dan juga posko serta cara bertindak terhadap KKB.

“Saya sebagai pengendali operasi sementara dan Pangdam sebagai Wakil. Kami sedang siapkan strategi penegakan agar sasaran terukur, maka dari itu saya sering berkunjung ke Mimika guna melakukan monitor di sana,” tandas Kapolda Papua.



Sumber: BeritaSatu.com