Mensos: Bansos untuk Warga di Wilayah Terpencil Disalurkan Sekaligus

Mensos: Bansos untuk Warga di Wilayah Terpencil Disalurkan Sekaligus
Menteri Sosial Juliari Batubara dalam kunjungannya untuk memantau penyaluran bansos di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (28/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Fana F Suparman / WM Jumat, 29 Mei 2020 | 17:25 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai untuk 400.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada di wilayah terpencil dilakukan secara sekaligus. Penyaluran ini berbeda dengan penyaluran bansos pada umumnya, dimana bansos biasanya dibagikan bertahap sebanyak tiga kali dengan nilai masing-masing tahap sebesar Rp 600.000

"Kami meminta izin kepada Presiden agar untuk yang sekitar 400.000 KK (Kepala Keluarga) di wilayah terpencil daripada bansos tunai, kami akan menyalurkan 3 tahap sekaligus. Jadi Rp 600.000, Rp 600.000, Rp 600.000, total menjadi Rp 1,8 juta. Jadi tidak tahap 1 tahap 2 tahap 3, tapi langsung sekaligus," kata Mensos dalam Konferensi pers bersama Ketua KPK yang disiarkan secara daring melalui akun Youtube KPK, Jumat (29/5/2020).

Dikatakan, upaya ini dilakukan untuk efisiensi penyaluran bansos. Hal ini mengingat daerah yang dituju sulit untuk dijangkau.
"Karena ini menyangkut logistik yang sangat sulit. Kadangkala harus menyeberangi lautan dengan perahu, menyeberangi sungai, desa dengan perahu di dalam pedalaman Kalimantan," ungkapnya.

Penyaluran bansos secara sekaligus ini, kata Mensos, sudah direstui Presiden Joko Widodo.

"Jadi saya kira ini persetujuan dari Presiden sangat membantu kami dan juga PT Pos Indonesia (Persero) sebagai Mitra penyalur, sehingga nanti yang saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil tersebut tidak perlu lagi datang tiga kali ke tempat yang sama untuk mendapatkan haknya," katanya.

Juliari mengakui persoalan wilayah yang luas menjadi hambatan pihaknya dalam menyalurkan bantuan tunai. Hal ini lantaran para penerima bansos berada di wilayah dari Sabang sampai Merauke. Sementata bansos sembako yang hanya terdapat di wilayah Jabodetabek.

"Kami harus berkoordinasi dengan 500 kabupaten/kota sehingga tidak semudah pelaksanaan bansos sembako yang wilayahnya tidak luas dan berkoordinasi pada empat atau lima daerah. Ini kami harus koordinasi dengan 500 Kabupaten/kota di luar provinsinya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com