Kemhub Fasilitasi Kedatangan 818 ABK Kapal Asing

Kemhub Fasilitasi Kedatangan 818 ABK Kapal Asing
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Viking Orion tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/5/2020). Sebanyak 42 orang WNI ABK kapal pesiar tersebut menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan Covid-19 seperti tes swab, sebelum dibawa menuju hotel untuk melakukan isolasi mandiri. (Foto: ANTARA FOTO / M Risyal Hidayat)
Thresa Sandra Desfika / YUD Jumat, 29 Mei 2020 | 20:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Gugus Tugas Covid-19 Nasional kembali memfasilitasi pemulangan 818 anak buah kapal (ABK) kapal pesiar asing melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (29/5/2020).

Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko sebanyak 818 ABK yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) Jumat pagi (29/5) telah tiba di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok Jakarta Utara yang diangkut dua kapal pesiar asing yaitu sebanyak 418 orang ABK Kapal Pesiar MV Nieuw Amsterdam dari Cape Town - Afrika Selatan dan 400 orang ABK Kapal Pesiar MV Carnival Splendor, dari Brisbane – Australia.

Baca juga: Polri Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus Perbudakan ABK

"Setelah para ABK tersebut sampai di dermaga pelabuhan, tidak dilakukan rapid tes covid-19 di pelabuhan karena mereka telah di karantina di atas kapal. Para Petugas di Pelabuhan hanya melakukan pengecekan barang bawaan dengan menggunakan X Ray dan langsung diantar ke hotel yang sudah di siapkan oleh tim gugus tugas Covid-19, di Jakarta," ujar Capt. Wisnu melalui keterangan, Jumat (29/5/2020).

Capt. Wisnu juga menjelaskan setelah para para ABK tiba di hotel akan dilakukan tes kesehatan, termasuk Swab test oleh Tim Kesehatan dari Kementerian Kesehatan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Ridwan Kamil Klaim Jawa Barat Nol Zona Merah Covid-19

"Nantinya dari hasil tes kepada 818 ABK dimaksud, apabila hasilnya swab testnya adalah positif maka akan langsung dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, dan apabila hasilnya adalah negatif akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di hotel untuk selanjutnya baru akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Capt. Wisnu.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengungkapkan bahwa pemulangan ABK yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari total 20.042 orang ABK yang tersebar di 154 kapal pesiar di dunia dan pemulangannya ke Indonesia akan terus difasilitasi oleh Pemerintah.

Saat ini, pemerintah telah membentuk Organisasi Tugas Satgas Bersama Repatriasi ABK/PMI Kapal Pesiar yang terdiri dari instansi dan Kementerian terkait, antara lain pihak Principal/Agen, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemko Marvest, Kementerian Keuangan, TNI dan POLRI, serta Pemerintah Daerah terkait.

Baca juga: 291 Rumah Sakit Telah Ajukan Klaim Layanan Covid-19

Menurut Capt Wisnu, pemerintah telah menunjuk tiga pelabuhan untuk memfasiltasi pemulangan para ABK Kapal Asing yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Batam, dan Pelabuhan Benoa.

“Untuk Pelabuhan Tanjung Priok pada awal bulan Juni nanti juga akan kedatangan beberapa kapal pesiar asing lagi yang akan membawa para ABK dari negara tetangga, diantaranya antara Kapal Pesiar MV. Westerdan, MV. Volendam, MV. Eurodam dan MV. Carnival Conquest,” tutup Capt. Wisnu



Sumber: BeritaSatu.com