Anggota DPR: Jaga Semangat Idulfitri saat Jalani New Normal

Anggota DPR: Jaga Semangat Idulfitri saat Jalani New Normal
Anggota Komisi IX DPR Anggia Ermarini (Foto: Antara)
/ BW Jumat, 29 Mei 2020 | 13:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR Anggia Ermarini mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga semangat puasa dan Idulfitri dalam menjalani pemberlakuan new normal saat pandemi virus Covid-19 masih belum berakhir.

"Dengan hablum minannas (hubungan antarmanusia), sesama manusia kita saling bermaaf-maafan, solidaritas dan kesalehan sosial tentu harus ditingkatkan lagi untuk menghadapi pandemi yang masih terjadi saat ini," katanya, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Sementara secara hablum minnallah (hubungan dengan Allah) juga secara bersama-sama satu bulan sebelumnya telah bermunajat, beristighfar serta memaksimalkan ibadah ritual untuk menyambut hari kemenangan.

"Ini harus terus dijaga dalam menjalani kehidupan new normal," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Semangat puasa dan Idulfitri, yaitu sabar, menahan hawa nafsu, solidaritas, kepedulian, kebersamaan serta menaati imbauan pemerintah. Dengan semangat itulah, kata dia, bangsa Indonesia diyakini akan mampu melewati cobaan pandemi ini, terutama untuk kembali menjadi bangsa yang bersatu, kuat, dan maju.

Ia meyakini umat Islam dapat mengelola kesalehan dan solidaritas sosialnya dengan baik. Sehingga setelah Ramadan dan Idulfitri bisa kembali menjadi insan yang lebih baik lagi.

"La’alakum tattakun ibadahnya bisa lebih maksimal lagi," imbuh Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Anggia menilai, pemerintah sejauh ini telah memberikan arahan dan anjuran yang tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19, yakni tinggal di rumah dan bekerja di rumah.

"Kalau kita bicara makna Idulfitri adalah untuk menjaga jiwa. Nah, dengan melakukan ibadah di rumah, salat Id di rumah dan tidak melakukan halal bihalal ke rumah sanak saudara seperti tahun-tahun sebelumnya, itu merupakan salah satu cara menjaga jiwa kita sendiri," tuturnya.

Anggia menyampaikan, jika masyarakat tidak mematuhi aturan tersebut dan keluar rumah, potensi tertular ataupun menularkan kepada orang lain dan keluarga sangat besar.

Terkait rencana penerapan protokol normal baru, Anggia menilai, rencana semacam pelonggaran lockdown di luar negeri dan PSBB di Indonesia, dan terjadi hampir di seluruh negara-negara yang kini masih mengalami pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan semua negara yang mengalami pandemi Covid-19 berjuang untuk keluar dari jurang krisis dengan penerapan normal baru.

Menurut dia, mau tidak mau kehidupan memang harus terus berjalan, tidak berhenti meskipun dengan adanya pandemi saat ini.

 



Sumber: ANTARA