Menaker: Isu TKA Tiongkok Kasus Lama

Menaker: Isu TKA Tiongkok Kasus Lama
Ida Fauziah (Foto: Antara/Fanny Octavianus)
Teguh L Rahmadi / JAS Jumat, 29 Mei 2020 | 23:32 WIB

Surabaya, Beritasatu.com – Selama pandemi Covid-19, tidak benar kalau ada tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Video kedatangan TKA asal Tiongkok yang sempat viral di medsos itu merupakan kasus lama yang digoreng untuk kepentingan politik.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah pada saat menjadi pembicara dalam webinar Seri 2 Ikatan keluarga Alumni Sunan Ampel (IKA-UINSA) Surabaya, Jumat (28/5/2020).

“Soal masuknya TKA asal Tiongkok itu merupakan kasus lama yang didaur ulang. Jadi, selama pandemi Covid-19 tak ada tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Karena memang tidak kami perbolehkan,” ujar Ida Fauziah.

Menurut mantan ketua umum Fatayat NU ini, kementerian yang dipimpinannya memang sempat menerima pengajuan izin sekitar 500 TKA asal Tiongkok untuk mengerjakan proyek strategis nasional, namun masih belum dizinkan.

Dalam keterangan tertulis IKA-UINSA disebutkan meskipun para TKA itu sudah melengkapi protokol kesehatan. Namun, dengan alasan situasi dan kondisi saat ini yang belum kondusif, pihaknya meminta agar menundanya.

Alumni Fakultas Syariah UINSA Surabaya ini menambahkan, bahwa TKA yang diperbolehkan masuk ke Indonesia merupakan tenaga ahli.

Umumnya para TKA ini dibutuhkan untuk memasang sekaligus mengoperasikan alat-alat yang didatangkan dari luar negeri. Itupun untuk proyek-proyek strategis nasional yang memang sudah ada perjanjiannya.

“Jadi mereka di sini selain memasang mesin-mesin yang dibutuhkan, juga melakukan transfer of knowledge kepada tenaga kerja Indonesia,” papar Ida Fauziah.

Wanita kelahiran Mojokerto ini meminta masyarakat agar proporsional dalam menilai TKA yang masuk ke Indonesia.

Apalagi jumlah TKA yang masuk ke Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Tahun 2020 ini jumlah TKA di Indonesia ada 98.902 orang.

Sedangkan TKI yang bekerja di luar negeri atau di 12 negara yang memiliki atase ketenagakerjaan ada 1.831.480.

“Rasio jumlah TKA yang bekerja di Indonesia dibanding dengan TKI yang bekerja di luar negeri persentasenya 5,40 banding 0,007. Artinya, jumlah pekerja migran yang bekerja di luar negeri jauh lebih besar dari pada jumlah TKA yang bekerja di Indonesia,” tegasnya.

Ditambahkan, negara dengan investasi terbesar di Indonesia peringkat pertama diduduki Singapura. Kemudian disusul Tiongkok di peringkat kedua. Tapi, untuk proyek-proyek yang melibatkan TKA asal Tiongkok sangat sensitif untuk dipolitisasi. Padahal, lanjut Ida, selama TKA itu mengikuti aturan di Indonesia, baginya tidak ada masalah.

“Apalagi ini untuk mempercepat proyek strategis nasional yang sudah dicanangkan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com