Kempupera Siap Operasikan 4 Ruas Tol Akhir Juni

Kempupera Siap Operasikan 4 Ruas Tol Akhir Juni
Jalan Tol Manado-Bitung (Foto: Ist)
Muawwan Daelami / FMB Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan akan mulai mengoperasikan empat ruas tol baru di pengujung Juni 2020. Keempat ruas tol tersebut yaitu Banda Aceh-Sigli, Pekanbaru-Dumai, Manado-Bitung, dan ruas Balikpapan-Samarinda.

"Empat ruas tol baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rencananya mulai dioperasikan akhir Juni 2020 nanti," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya, Sabtu (30/5/2020).

Basuki menambahkan bahwa ruas tol seperti Banda Aceh-Sigli seksi 4 sepanjang 14 km ditargetkan diresmikan pada Juni 2020. Di mana, saat ini sedang dilakukan uji laik fungsi sebagai syarat pengoperasian.

Selesainya seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang menurut Basuki, akan meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli dan sebaliknya dari Sigli - Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Total investasi pembangunan ruas tol Banda Aceh—Sigli sepanjang 74 km dengan enam seksi ini senilai Rp 12,35 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp 8,99 triliun.

Selain Banda Aceh-Sigli, ruas tol yang juga ditargetkan dapat beroperasi tahun ini adalah ruas Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer yang sekarang memasuki proses uji laik fungsi. Tol yang dibangun dengan total biaya investasi Rp 16,21 triliun ini merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.799,3 km yang membentang dari Lampung hingga Aceh.

Ruas Tol Pekanbaru-Dumai terbagi ke dalam enam seksi dan akan dapat meningkatkan konektivitas antara Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis.

Pada seksi IV Kandis Utara - Duri Selatan, disiapkan pula empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

Selanjutnya, ruas tol yang siap dioperasikan tahun ini adalah Manado-Kauditan 21 km bagian dari Tol Manado-Bitung. Basuki menjelaskan, bahwa Tol Manado - Bitung merupakan bagian dari PSN yang bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dari Pelabuhan Internasional Bitung.

Keberadaan tol ini di saat yang sama juga akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan KSPN Manado - Likupang.

Sementara ruas terakhir yang ditargetkan akan dapat beroperasi tahun ini yaitu ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) seksi 1 dan 5 sepanjang 33 km. Basuki berharap, kehadiran ruas Tol Balsam dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari sebelumnya sekitar 3 jam, menjadi 1 jam.

"Seksi 2 sampai 4 Tol Balsam sebelumnya telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2019 lalu," ujar Basuki.

Di samping itu, ruas tol yang ditargetkan siap beroperasi akhir 2020 nanti antara lain Jalan Tol Layang AP Pettarani Kota Makassar, Cibitung-Cilincing di JORR dan ruas Tol Krian-Legundi-Bunder Manyar di Jawa Timur.

Basuki mengungkapkan, bahwa ada 10 pyoyek tol yang juga siap dilelang antara Juni dan Juli 2020 ini. Pertama, ruas tol Kulon Progo-Jogja-Solo (76 km) yang proses lelangnya sudah mulai dan tanggal 4 Juni nanti akan memasuki proses penawaran.

"Harapannya, sekitar September -Oktober 2020 sudah bisa mulai konstruksinya," tuturnya.

Adapun sembilan proyek tol lainnya yang siap dan segera memasuki prakualiikasi lelang pada Juni - Juli 2020 adalah jalan tol Cileunyi—Garut—Tasikmalaya atau Cigatas, jalan Akses Patimban, Bogor—Serpong via Parung, Sentul Selatan—Karawang Barat, Semarang Harbour, Semanan—Balaraja, tol layang Cikunir—Karawaci, dan tol layang Cikunir—Ulujami, serta proyek sistem transaksi tol non-tunai berbasis multi-lane free flow (MLFF) di sektor jalan tol. (c01)



Sumber: BeritaSatu.com