Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB hingga 4 Juni

Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB hingga 4 Juni
Petugas kesehatan Kabupaten Bogor memeriksa para pasien pengobatan alternatif di daerah Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (Foto: Vento Saudale)
Vento Saudale / FMB Sabtu, 30 Mei 2020 | 13:03 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor, akhirnya diperpanjang hingga 4 Juni 2020. Perpanjangan masa PSBB ini tak terlepas masih adanya peningkatan kasus positif Covid-19 hampir 200 kasus.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, perpanjangan PSBB hingga 4 Juni itu menyikapi potensi kerawanan Covid-19. Hasil epidemiologi menunjukkan, daerah Bogor masih punya potensi penyebaran yang cukup tinggi. Kurvanya pun belum landai, meskipun dalam tiga hari berturut-turut sempat tak merangkum satu pun kasus positif.

“Saya berharap dalam enam hari ke depan, ada penurunan signifikan angka positif Covid-19 di Kabupaten Bogor. Sehingga kita bisa memulai babak baru melawan Covid-19 melalui tatanan kehidupan Normal Baru. Itu pun jika kita semua konsisten menaati PSBB,” tegasnya, Sabtu (30/5/2020).

Berdasarkan data terkini, dinas kesehatan, Jumat (29/5/2020) malam, jumlah kasus positif di Kabupaten Bogor mendekati 200 atau berjumlah 194 kasus.

Juru bicara Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah menuturkan, setelah data sebelumnya Kamis kemarin bertambah 6 orang, pada Jumat terdapat 7 penambahan kasus baru positif.

“Penambahan kasus terbaru bertambah 7 orang yang diantaranya 6 orang berasal dari Kecamatan Cileungsi dan 1 orang berasal Ciomas,” kata Syarifah.

Selain kasus baru, tercatat juga 6 pasien sembuh. Sebanyak 5 orang berasal dari Kecamatan Kemang dan 1 orang asal Tajurhalang. Dengan demikian, kasus sembuh berjumlah 47 orang.

Kata Syarifah ada penambahan dua kasus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal, yakni satu lansia berusia 70 tahun asal Ciampea dan satu balita laki-laki berusia 1 tahun asal Gunungputri. Dengan penambahan dua kasus baru, jumlah PDP meninggal menjadi 96 orang.

Dalam laporannya sebanyak 358 PDP masih dalam perawatan dan sembuh sebanyak 1.113 pasien. Untuk kasus orang dalam pemantauan, dilaporkan berjumlah 269 orang masih dipantau dan 1.301 dilaporkan sembuh.



Sumber: BeritaSatu.com