Menag: Panduan Rumah Ibadah Bukan Berbasis Zona

Menag: Panduan Rumah Ibadah Bukan Berbasis Zona
Sejumlah Bikkhu membacakan Acchariya Abbhuta Sutta pada rangkaian upacara Trisuci Waisak 2564 BE/2020 di vihara Wisma Vipassana Kusalacitta, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 7 Mei 2020. (Foto: Antara / Paramayuda)
Elvira Anna Siahaan / EAS Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agama telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi. Edaran Menag Nomor SE 15 ditetapkan pada 29 Mei 2020.

Menag mengatakan, SE panduan ini disusun dengan memperhatikan unsur keadilan agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan sesuai kondisi lingkungan di rumah ibadahnya masing-masing. Karenanya, kelonggaran menggelar kegiatan keagaman di rumah ibadah tidak didasarkan pada status zona daerah, apakah merah, kuning, biru, atau hijau.

"Kami tidak memberikan pelonggaran berdasarkan zona. Meski di zona kuning yang relatif aman, kalau terdapat kasus penularan Covid-19, tidak dibenarkan menggelar kegiatan keagamaan secara kolektif yang mengumpulkan jemaah," jelas Menag di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Sebaliknya, meski zona Kabupaten/Kota nya merah, tetapi rumah ibadah di desa yang tidak ada kasus Covid-19 boleh menggelar kegiatan keagamaan dengan protokol kesehatan.

Jadi, kata Menag, edaran ini tidak bergantung pada zona wilayah Kab/Kota, tetapi lingkungan sekitar rumah ibadah, apakah aman Covid-19 atau tidak. Hal itu ditunjukkan dengan adanya surat keterangan dari Gugus Tugas Covid setempat.

"Kita berikan keadilan yang baik. Semoga semua orang bisa beribadah dengan baik juga," tegasnya.

SE tersebut kata Menag sudah berlaku dan mulai diterapkan sejak tanggal ditetapkan.



Sumber: PR