102 Wilayah Boleh Berkegiatan Produktif, di Jawa Hanya Tegal

102 Wilayah Boleh Berkegiatan Produktif, di Jawa Hanya Tegal
Doni Monardo. (Foto: B1/Mohammad Defrizal)
Ari Supriyanti Rikin / EAS Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan 102 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota masih berstatus zona hijau atau belum terdampak Covid-19. Oleh sebab itu pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat di daerah tersebut melakukan kegiatan produktif namun tetap mempraktikan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pada 29 Mei 2020, Presiden Joko Widodo memerintahkan gugus tugas memberikan kewenangan kepada 102 pemerintah kabupaten/kota yang berada dalam zona hijau, supaya masyarakat tetap produktif.

"Namun protokol kesehatan ketat harus dilakukan dengan kehati-hatian, kewaspadaan, tes dan tracing masif, isolasi ketat dan treatment tempat penyembuhan pasien Covid-19," kata Doni dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Dari 102 kabupaten dan kota tersebut, mayoritas berada di luar Pulau Jawa. Di Jawa hanya ada 1 wilayah yang belum terdampak Covid-19, yakni Kota Tegal di Jawa Tengah. Dengan demikian, DKI Jakarta yang disebutkan telah mencatat angka reproduksi atau penularan di bawah 1, tidak termasuk wilayah zona hijau.

Doni mengungkapkan, wilayah Indonesia sangat luas dengan letak geografisnya yang beragam. Sehingga memiliki variasi yang berbeda terhadap ancaman Covid-19.

Pengendalian Covid-19 di Indonesia lanjutnya, juga berdasarkan data dan fakta di lapangan. Gugus tugas dalam mengambil keputusan melibatkan para pakar, ilmuwan dan berpedoman pada standar internasional.

Dari analisis dan pemetaan yang dilakukan, pemerintah melakukan kategorisasi sesuai tingkat risiko di tiap daerah berdasarkan warna.

Doni menyebut, zona hijau adalah kabupaten/kota yang belum terdampak Covid-19, zona kuning dengan tingkat risiko rendah, oranye dengan tingkat risiko sedang dan zona merah kabupaten/kota dengan tingkat risiko tinggi.

"Zona merah menjadi prioritas jadi zona oranye. Lalu zona oranye kita kontrol menjadi zona kuning dan zona hijau terus kita pertahankan agar tidak menjadi zona kuning atau oranye," ungkapnya.

Setiap keputusan daerah juga harus melibatkan ketua gugus tugas tingkat kabupaten/kota serta melalui forum komunikasi pimpinan daerah termasuk melibatkan pakar kesehatan dan epidemiologi. Hal ini sesuai dengan araha Ketua Gugus Tugas nasional.

Selain itu kata Doni, masyarakat juga harus mendapat sosialiasi dan edukasi yang tepat serta simulasi sesuai sektor yang akan dibuka. Sektor tersebut antara lain pembukaan rumah ibadah, pasar, toko, transportasi umum, hotel/penginapan, restoran, perkantoran dan bidang lain yang dianggap penting namun aman dari Covid-19.

"Keberhasilan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat, kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Doni merinci 102 kabupaten/kota yang masih berzona hijau yakni Aceh 14 kabupaten/kota, Sumatera Utara 15 kabupaten/kota, Kepulauan Riau 3 kabupaten/kota, Riau 2 kabupaten, Jambi 1 kabupaten, Bengkulu 1 kabupaten, Sumatera Selatan 4 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten, Lampung 2 kabupaten, Jawa Tengah 1 kota.

Selain itu ada pula Kalimantan Timur 1 kabupaten, Kalimantan Tengah 1 kabupaten, Sulawesi Utara 2 kabupaten, Gorontalo 1 kabupaten, Sulawesi Tengah 3 kabupaten, Sulawesi Barat 1 kabupaten, Sulawesi Selatan 1 kabupaten, Sulawesi Tenggara 5 kabupaten/kota, Nusa Tenggara Timur 14 kabupaten/kota.

Kemudian Maluku Utara 2 kabupaten, Maluku 5 kabupaten/kota, Papua 17 kabupaten/kota dan Papua Barat 5 kabupaten/kota.



Sumber: BeritaSatu.com