Riset LSI Denny JA: 5 Juni, 158 Wilayah Bekerja Kembali
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Riset LSI Denny JA: 5 Juni, 158 Wilayah Bekerja Kembali

Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:46 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan, mulai 5 Juni 2020 sebanyak 158 wilayah di Indonesia bisa kembali bekerja.

“Wilayah ini dari Aceh hingga Papua. Sebagian wilayah tersebut telah siap untuk masuk era new normal. Warga kembali bekerja dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tutur peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman saat merilis hasil riset terbaru secara daring dari Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Riset dilakukan dengan metode kualitatif yaitu studi data sekunder periode. Tiga sumber data yang digunakan yakni data Gugus Tugas Covid-19, Worldometer, dan WHO.

Ia menjelaskan, sektor bisnis berskala besar maupun bisnis kecil menengah dapat kembali beroperasi dengan panduan kesehatan di tempat kerja masing-masing. Dengan demikian, Indonesia mampu memulihkan ekonomi lebih cepat dan sekaligus menghindari melonjaknya kasus baru mereka yang terpapar Covid-19.

Dalam riset itu, LSI Denny JA menemukan lima alasan yang menjadi pertimbangan mengapa Indonesia bisa kembali bekerja pada 5 Juni 2020.

Alasan pertama, wilayah yang dibuka adalah wilayah yang penyebaran virus Covid-19 relatif terkontrol. Dari riset yang dilakukan LSI Denny JA, ada 158 wilayah di Indonesia yang siap untuk bekerja kembali.

Sebanyak, 158 wilayah tersebut terdiri atas tiga gabungan kategori wilayah. Yaitu pertama, 124 wilayah Indonesia yang sejak awal pandemi masuk ke Indonesia hingga saat ini belum ada laporan warganya terpapar Covid-19. Sebanyak 124 daerah itu tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

Kedua, ada 33 wilayah Indonesia yang tercatat punya kasus Covid-19 dan telah memberlakukan PSBB. Grafik tambahan kasus harian di wilayah tersebut menunjukan, masih terjadi fluktuasi tambahan kasus harian yang berbeda-beda di setiap wilayah tersebut. Namun, secara umum, pascamemberlakukan PSBB, penyebaran virus di wilayah tersebut relatif terkontrol.

Hal ini dikuatkan dengan keputusan wilayah-wilayah tersebut untuk tidak lagi memperpanjang periode PSBB. 33 wilayah yang telah siap untuk masuk era new normal adalah wilayah yang masa PSBB-nya berakhir sebelum 5 Juni 2020.

Ketiga, Provinsi Bali. Bali adalah wilayah yang mampu mengontrol penyebaran Covid-19 meskipun tanpa memberlakukan PSBB. Oleh karena itu, Bali melengkapi wilayah lain sehingga menjadi total 158 wilayah yang siap bekerja kembali pada 5 Juni 2020.

Alasan kedua, lanjut Ikrama, strategi penanganan Covid-19 diubah. Sejak awal pandemik, strategi penanganan penyebaran bersifat top down. Dengan diikuti keputusan PSBB, masyarakat diminta tetap di rumah, dan pemerintah secara aktif melakukan kontrol terhadap penyebaran virus. Melakukan tes virus terhadap mereka yang punya gejala, melacak sejarah kontak, dan melakukan perawatan.

Sejauh ini, strategi yang dilakukan memang menunjukan penyebaran virus relatif terkontrol. Namun, strategi ini membutuhkan waktu lama. Mengingat populasi Indonesia yang padat dan geografisnya yang berpulau-pulau.

“Butuh peran serta masyarakat yang lebih luas untuk mengontrol penyebaran virus. Kontrol penyebaran bisa dilakukan secara bottom-up,” kata dia.

Artinya, lanjut Ikrama, kontrol penyebaran virus secara aktif dilakukan oleh level organisasi paling bawah yang bersentuhan dengan masyarakat yaitu RT/RW ataupun desa. Sehingga tak perlu lagi menutup wilayah atau kota yang lebih luas.

Jika terdapat wilayah yang dikategorikan zona merah penyebaran virus, wilayah tersebut dikontrol lebih ketat. Kontrol berbasis klaster seperti ini memang mensyaratkan adanya peta wilayah yang akurat dari pemerintah. Mana wilayah yang hijau (tak ada kasus), kuning (sedikit kasus), dan merah (banyak kasus).

Ia menambahkan, Bali merupakan model strategi berbasis pengawasan grassroot. Bali melibatkan komunitas adat dan perangkat organisasi paling bawah yaitu RT/RW untuk mengawasi penyebaran virus. Sehingga walaupun tanpa memberlakukan PSBB, data harian di Bali sejak awal Mei 2020 hingga saat ini menunjukan tren menurun. Data rata-rata kematian akibat Covid-19 di Bali juga lebih rendah dibanding data rata-rata kematian di level nasional.

Alasan ketiga, ekonomi juga harus ditumbuhkan. Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kesehatan ekonomi. Para ekonom telah menunjukan bahwa pandemi Covid-19 juga ikut memperburuk kondisi ekonomi. Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) merilis data bahwa per April 2020, sekitar 2 juta orang telah di PHK. Namun, Kadin menyampaikan bahwa data riil PHK bisa mencapai 15 juta orang dari data Kemnaker. Karena mayoritas pelaku usaha kecil-menengah yang terdampak biasanya tidak melaporkan data mereka ke pemerintah.

Dijelaskan, Apindo bahkan memprediksi terdapat 30 juta orang yang berpotensi di PHK dari sektor properti akibat pandemi Covid-19. Data-data tersebut menunjukan bahwa dampak negatif keterpurukan ekonomi sama bahanya dengan dampak kesehatan virus corona.

“Jika Indonesia tak segera kembali bekerja, jika ekonomi tak segera dibuka, maka dampak buruknya akan lebih mematikan,” kata dia.

Alasan keempat, tambah Ikrama, bekerja kembali dengan protokol kesehatan yang ketat. Penyebaran virus dapat dikontrol secara efektif jika vaksinnya telah ditemukan. Saat ini para ahli di berbagai negara telah berlomba-lomba membuat vaksin tersebut. Namun, para ahli ini juga menyatakan bahwa paling cepat, jika berhasil, vaksin ini baru bisa tersedia 12 hingga 18 bulan sejak mulai dikembangkan.

Artinya bahwa paling cepat pertengahan atau akhir 2021 baru vaksinnya akan tersedia. Di Indonesia, pemerintah melalui Balitbangkes dibantu sejumlah universitas dan lembaga swasta mulai melakukan pengembangan vaksin sendiri. Dan jika berhasil baru tersedia di tahun 2022.

“Tak mungkin, ekonomi dibuka kembali menunggu vaksin ditemukan,” ujar dia.

Oleh karena itu, warga harus “berdamai”- istilah Presiden Jokowi – dengan virus ini. Hidup di era new normal, yaitu bekerja kembali, beraktivitas kembali, dengan cara yang paling aman. Karena kita “hidup berdampingan” bersama Covid-19 yang setiap saat bisa mengancam. Kementerian Kesehatan telah menyusun protokol kesehatan di tempat kerja. Panduan tersebut harus menjadi panduan bagi semua sektor bisnis.

Alasan kelima, Indonesia tidak sendiri, negara tetangga juga sudah lebih dulu membuka ekonomi. Banyak negara di dunia telah melonggarkan pembatasan-pembatasan aktivitas di ruang publik dan membuka kembali aktivitas ekonominya. Termasuk negara-negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara.

Ikrama menjelaskan, Pemerintah Malaysia telah mengizinkan berbagai sektor bisnis untuk kembali membuka usahanya pada 4 Mei 2020.

Thailand membolehkan pasar tradisonal, restoran, dan bisnis kecil menengah lainnya untuk bertahap membuka usahanya pada 3 Mei 2020.

Di Filipina, pemerintah mengizinkan pusat-pusat perbelanjaan (mal) dan sejumlah sektor bisnis lainnya di Ibukota Manila, membuka kembali usahanya pada 16 Mei 2020.

Singapura meskipun data kasus harian nasionalnya menunjukan tren kenaikan, secara bertahap telah membuka sejumlah sektor bisnis sejak 12 Mei 2020 (tahap 1). Dan pada akhir Juni, akan membuka semua sektor bisnisnya (tahap 2).

“Artinya membuka ekonomi di saat pandemi belum selesai telah dilakukan berbagai negara di dunia,” papar dia.

Ia menambahkan, jika Indonesia memutuskan untuk serentak membuka aktivitas ekonomi di 158 wilayah pada 5 Juni 2020, maka keputusan tersebut didasarkan pada data perkembangan kasus, perubahan strategi, dan pengalaman negara- negara lain.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

102 Wilayah Boleh Berkegiatan Produktif, di Jawa Hanya Tegal

Pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat di daerah tersebut melakukan kegiatan produktif namun tetap mempraktikan protokol kesehatan secara ketat.

NASIONAL | 30 Mei 2020

3.400 Kendaraan Berupaya Tinggalkan Jawa Tengah Diminta Putar Balik

3.400 kendaraan dengan pelat nomor luar provinsi yang akan meninggalkan Jawa Tengah telah diperintahkan untuk putar balik.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Masuk Zona Biru, Majalengka Tetap Lanjutkan PSBB

Kabupaten Majalengka merupakan salah satu daerah dari 15 kota dan kabupaten di Provinsi Jabar yang masuk level dua atau zona biru, namun tetap lanjutkan PSBB.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Menag: Panduan Rumah Ibadah Bukan Berbasis Zona

Panduan beribadah dalam surat edaran disusun dengan memperhatikan unsur keadilan.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Kemhub Perpanjang Aturan Larangan Mudik Hingga 7 Juni 2020

Larangan mudik dan arus balik yang tadinya berlaku hingga 31 Mei 2020, diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Menag Menerbitkan SE untuk Beribadah, Inilah 9 Aturan untuk Para Jemaah

Surat edaran beribadah dari Menag Fachrul Razi juga mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Masuk Era New Normal, Ini Kewajiban untuk Pengurus Rumah Ibadah

Inilah 11 kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah di era normal baru.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Kemag Beri Panduan Beribadah yang Aman dari Covid-19

Kementerian Agama sudah menerbitkan aturan peribadahan di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Tembus Rekor

Rekor baru ini didorong oleh jumlah pasien sembuh di Jakarta yang mencapai 226 orang hari ini.

NASIONAL | 30 Mei 2020

Penuhi Kebutuhan RS dan Puskesmas, Pemkot Bengkulu Beli 6.000 APD

APD tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19 di Bengkulu.

NASIONAL | 30 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS