Pemkot Bengkulu: Penyaluran Sembako Sudah Tuntas Sebelum Idulfitri

Pemkot Bengkulu: Penyaluran Sembako Sudah Tuntas Sebelum Idulfitri
Ilustrasi paket bahan kebutuhan pokok. (Foto: Antara)
Usmin / YS Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:54 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com -  Pemkot Bengkulu menyatakan telah menuntaskan penyaluran bantuan sembako kepada 110.000 kepala keluarga (KK) terdampak wabah Covid-19 yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu, dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

"Syukur alhamdulillah kita sudah menuntaskan pembagian sembako kepada 110.000 KK warga Kota Bengkulu, yang terdampak Covid-19 dua hari menjelang Idulfitri, sehingga pada saat Idulfitri mereka memiliki cadangan beras yang cukup di rumahnya," kata Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Eko Agusrianto, di Bengkulu, Sabtu (30/5/2020).

Ia mengatakan, bansos sembako yang dibagikan Pemkot Bengkulu kepada warga terdampak Covid-19 berupa beras sebanyak 20 kg dan mi instan sebanyak dua dus setiap keluarga.

Bantuan sembako tersebut disalurkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama berupa 5 kg beras dan 1 dus mi instan dan bantuan tahap kedua berupa beras sebanyak 15 kg dan 1 dus mi instan.

"Bantuan kedua kita salurkan kepada masyarakat Kota Bengkulu, dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah," ujarnya.

Eko mengatakan, Pemkot Bengkulu sengaja melaksanakan pembagian bantuan sembako berupa beras dan mi instan kepada warga terdampak wabah virus corona mendekati Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, sehingga saat Lebaran stok beras di rumah mereka dalam keadaan cukup.

Karena itu, bantuan sembako tahap kedua diberikan sebanyak 15 kg dan 1 dus mi instan. Dengan demikian, meski mereka belum mendapat penghasilan sepekan setelah Idulfitri stok beras di rumah warga, khususnya yang terdampak Covid-19 dalam keadaan cukup.

Dengan demikian, kata Eko Agusrianto, warga tidak pusing memikirkan beras untuk kebutuhan bagi keluarganya setelah Idulfitri 1441 Hijriah, karena stok beras di rumahnya masih aman alias cukup sesuai kebutuhan.

"Warga menerima bansos dengan senang hari dan berterima kasih," ujarnya.

Aswan (44), salah seorang warga Kota Bengkulu mengatakan, dirinya bersyukur kepada Wali Kota Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi yang telah memberikan bantuan beras dan mi instan kepada warga kota yang terdampak wabah virus Covid-19.

"Saya secara pribadi kepada Pak Wali dan Wawali Kota Bengkulu, sigap memberikan bantuan sembako berupa beras dan mi instan saat warga dalam kesulitan mendapatkan bahan pangan akibat tidak memiliki sumber pendapatan akibat wabah virus corona," ujarnya.

Aswan menambahkan, warga tidak mempersoalkan besar kecil bantuan yang diberikan Pemkot Bengkulu kepada masyarakat, tapi rasa kepedulian Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada masyarakat sangat kita hargai. Mereka berdua datang sendiri mengatarkan beras ke rumah warga terdampak Covid-19.

"Tidak banyak pemimpin seperti Pak Helmi Hasan dan Pak Dedy Wahyudi di Bengkulu, yang siap memanggul beras dan mi instan mengantarkan bansos tersebut ke rumah warga yang terdampak wabah Covid-19 di daerah ini," ujarnya.

Hal senada diungkapan Gafur Ahmad (57), warga Kota Bengkulu lainnya. Ia mengaku sangat bersyukur dua hari menjelang Idulfitri 1441 Hijriah bantuan sembako tahap kedua dari Pemkot Bengkulu beruba 15 kg dan satu dus mi instan sampai di rumahnya yang diantar langsung oleh Ketua RT setempat.

"Saya berterima kasih sama Pak Wali dan Wakil Wali Kota Bengkulu, telah menempati janjinya membagikan bantuan sembako tahap kedua berupa beras dan mi instan kepada warga terkena dampak Covid-19 dua hari menjelang Idulfitri," ujarnya.

Dengan demikian, pada saat Hari Raya Idulfitri cadangan beras di rumahnya lumayan banyak, sehingga memikirkan membeli beras setelah Idulfitri.

"Sekarang sulit mas berjualan di pasar karena daya beli masyarakat turun. Dalam sehari belum tentu dapat duit Rp 50.000 dari hasil sayur. Saya berharap wabah covid segera berakhir, sehingga masyarakat kembali beraktivitas dan daya beli masyarakat kembali naik," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan