Puncak Diserbu Wisatawan, Polres Bogor Tak Berlakukan One Way

Puncak Diserbu Wisatawan, Polres Bogor Tak Berlakukan One Way
Seorang petugas sedang mengukur suhu pengendara yang melintas di jalur Puncak, Sabtu, 4 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
/ YUD Sabtu, 30 Mei 2020 | 19:22 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor tidak memberlakukan sistem satu arah atau one way di Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, kendati para wisatawan memadati ruas jalan tersebut, Sabtu (30/5/2020).

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri, Sabtu (30/5) menganggap jalur penghubung antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu masih lancar di kedua arah, sehingga tidak memberlakukan satu arah seperti akhir pekan sebelum penetapan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Normal dua arah lancar," kata Fadli saat dihubungi Antara di Bogor.

Namun, pantauan di lokasi pada Sabtu petang menunjukkan terjadi sejumlah penumpukan kendaraan di beberapa titik Jalur Puncak baik arah atas atau ke Cianjur maupun arah bawah atau ke Jakarta, seperti di sekitaran Gadog Megamendung, Pasar Cisarua, dan Simpang Taman Safari.

Kendaraan yang masuk ke Jalur Puncak umumnya hendak menuju ke tempat wisata. Karena sebagian tempat wisata sudah mulai dibuka untuk umum, seperti wisata perkebunan teh di Cisarua.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Bogor belum menerapkan kenormalan baru, dan memilih untuk ikut kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yaitu memperpanjang masa penerapan PSBB hingga 4 Juni 2020.

"PSBB di Kabupaten Bogor kembali diperpanjang hingga 4 Juni. Ini artinya daerah kita masih memiliki potensi kerawanan penyebaran," kata Bupati Bogor Ade Yasin, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, kurva penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor belum melandai. Pasalnya, meski sempat nihil tiga hari sejak Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, tapi penularannya kembali meningkat sejak Kamis dan Jumat (29/5), yaitu sebanyak 13 pasien Covid-19 baru dalam dua hari.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu berharap selama enam hari ke depan ada penurunan secara signifikan kasus Covid-19, sehingga Kabupaten Bogor bisa menerapkan normal baru.



Sumber: ANTARA