Diskusi Pemberhentian Presiden Panen Teror, Polisi Turun Tangan

Diskusi Pemberhentian Presiden Panen Teror, Polisi Turun Tangan
Ilustrasi polisi (Foto: Istimewa)
Farouk Arnaz / WBP Minggu, 31 Mei 2020 | 12:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi bergerak mengusut teror yang menimpa mahasiswa dan panitia diskusi yang tergabung dalam Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM).

Mereka panen teror setelah berencana menggelar diskusi berjudul “Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan" yang kemudian diubah jadi "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan".

“Hingga tadi malam belum ada yang melaporkan tapi meski belum ada laporan polisi, kita sudah melakukan langkah mengumpulkan mencari petunjuk berkaitan dengan info teror itu,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto saat dihubungi Beritasatu.com Minggu (31/5/2020).

Baca juga: Civitas Akademika UGM Tuntut DPR dan Pemerintah Hentikan Pembahasan RUU KPK

Sedianya diskusi secara daring ini digelar pada Jumat (29/05/2020) pukul 14.00 WIB. Dalam diskusi ini, penyelenggara akan menghadirkan pembicara Ni'matul Huda, Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Namun apa boleh buat, diskusi ini batal digelar. Dalam rilis resminya, CLS FH UGM mengungkap teror kepada penyelenggara acara diskusi tersebut berupa pesan WhatsApp dan pengiriman makanan melalui ojek online padahal tidak dipesan.

Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto menyatakan bahwa teror itu termasuk ancaman pembunuhan yang disampaikan orang tak dikenal terhadap panitia dan hingga anggota keluarganya. Pembicara pun tak luput dari teror.

Tak urung Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyayangkan diskusi ini batal digelar karena mendapatkan ancaman teror. Mahfud meminta korban untuk melaporkan agar bisa segera diusut tuntas oleh polisi.



Sumber: BeritaSatu.com