Perpusnas Susun Strategi Baru Layanan di Era New Normal

Perpusnas Susun Strategi Baru Layanan di Era New Normal
Ilustrasi Perpusnas. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Senin, 1 Juni 2020 | 08:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyiapkan konsep, regulasi, sistem dan skenario baru demi menunjang aktivitas pelayanan, menjelang penerapan kenormalan baru atau new normal. Jika skenario ini sudah berhasil disusun, maka aktivitas pelayanan Perpusnas bisa kembali dibuka.

Baca Juga: DKI Jakarta Akan Masuk New Normal pada 5 Juni

"Kami sedang susun strategi untuk penerapan new normal yang bertujuan menunjang aktivitas pelayanan Perpusnas sebelum dibuka kembali untuk umum," kata Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Menurut Joko, penyiapan strategi dilakukan Perpusnas melihat kondisi pandemi virus corona (Covid-19) yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

"Langkah ini dirasa perlu dilakukan sesegera mungkin agar efektivitas pelayanan kembali berjalan. Perpusnas menjamin cara strategis tersebut nantinya sudah sesuai dengan situasi dan kebutuhan kenormalan baru," tambahnya.

Baca Juga: Anggaran Dipotong 30%, Perpusnas Ubah Strategi Kerja

Prosedur baru di era kenormalan baru, dijelaskan Joko, telah disepakati bersama dan sesuai prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Joko Santoso mengakui, tidak menutup kemungkinan dilakukan sinergisitas dengan stakeholder yang ada.

Strategi kenormalan baru disusun pasca diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dituangkan ke dalam surat edaran Permenpan dan RB yang meminta pengaturan aktivitas aparatur sipil negara (ASN) disesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini.

Artinya, seluruh instansi diminta menentukan sendiri sektor-sektor mana yang bisa melakukan aktivitasnya dari rumah (work from home atau WFH), mana yang perlu diberlakukan sistem bergiliran (shifting), dan melakukan kerja penuh dari kantor seperti biasa.

Baca Juga: Perpusnas Diminta Gencarkan Layanan Digital

Sejalan dengan edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Perpusnas melalui Surat Edaran Nomor 3407/2/KPG.10.00/V/.2020 Tentang Perubahan Surat Edaran Nomor 3250/2/KPG.10.00/V/.2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan Perpusnas juga telah memperpanjang masa work from home (WFH) sampai tanggal 4 Juni 2020.

Selama WFH diberlakukan dalam masa pandemi virus corona (Covid-19), Perpusnas tetap membuka layanan perpustakaan secara daring (online). Bahkan, jumlah pengunjung layanan digital iPusnas meningkat hingga 130 persen setiap pekannya.

"Layanan digital seperti iPusnas menjadi alternatif kegiatan masyarakat saat pandemi Covid-19," ujar Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR beberapa waktu yang lalu.



Sumber: BeritaSatu.com