Pesan Menteri PAN RB untuk ASN di Masa New Normal

Pesan Menteri PAN RB untuk ASN di Masa New Normal
Ilustrasi aparatur sipil negara. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / WM Senin, 1 Juni 2020 | 15:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo berpesan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat beradaptasi dengan sistem kerja dalam tatanan normal baru atau new normal. Tjahjo berharap aktivitas ASN menerapkan protokoler kesehatan.

"Pengertian kerja baru itu adalah mengoptimalkan layanan masyarakat dalam berbagai sektor. Tingkatkan kinerja dari seluruh ASN yang ada di bawah kepemimpinan kepala lembaga pusat maupun daerah," kata Tjahjo dalam keterangannya, Senin (1/6/2020).

Menurut Tjahjo, pada prinsipnya semua harus bekerja, baik yang melayani kepentingan publik maupun hadir pada instansi masing-masing. Mekanisme ASN bekerja di rumah atau kantor, diserahkan kepada kepala pimpinan di pusat maupun daerah.

"Semua ini dijalankan dengan sistem yang baru yaitu tetap memakai masker, cuci tangan secara rutin, jaga jarak baik antara meja dengan kursi di ruang kerja, termasuk saat menghadiri acara-acara seremonial atau terbuka di lapangan harus mengurangi jumlah orang maupun dengan melalui video call. Hal yang penting layanan ASN kepada seluruh masyarakat tetap terjaga dengan baik secara kualitas, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarat," ujar Tjahjo.

Menurut Tjahjo, pola ini akan mengikuti perkembangan suatu daerah, namun yang pasti seluruh ASN harus mengikuti arahan presiden maupun intruksi dari kepala pimpinan masing-masing lembaga. Tujuannya agar seluruh program dan pekerjaan dapat difokuskan secara optimal.

Intinya ada tiga hal yang harus difokuskan yakni sistem kerja yang fleksibel, pengaturan kerja dan jam kerja, pengaturan infrastruktur penunjang, termasuk pemanfaatan aplikasi-aplikasi pendukung.

Tjahjo turut mengikuti peringatan hari lahir Pancasila yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Peringatan itu diikuti oleh pejabat pemerintahan pusat sampai daerah.

Presiden dalam sambutanya, mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Presiden juga meminta agar pejabat negara melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok ras dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia



Sumber: BeritaSatu.com