New Normal, UI Pertimbangkan Sistem Blended Learning

New Normal, UI Pertimbangkan Sistem Blended Learning
Ari Kunncoro. (Foto: ID/Gagarin)
Bhakti Hariani / FER Senin, 1 Juni 2020 | 17:24 WIB

Depok, Beritasatu.com - Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro mengemukakan, terdapat kemungkinan UI akan menggunakan sistem pembelajaran campuran atau blended learning, yaitu penerapan sistem daring dan tatap muka ketika kampus sudah boleh dibuka saat penerapan kenormalan baru atau new normal.

Baca Juga: UI dan Mitra Industri Siap Produksi 1 Juta Flocked Swab

Dengan adanya protokol kesehatan, jelas Ari, kelas tidak akan mungkin terisi kapasitas 100 persen oleh mahasiswa. Maka, setengah mahasiswa belajar di kelas, setengahnya lagi belajar berkelompok secara daring di rumah secara bergantian.

"Dosennya pun tidak perlu harus selalu mengajar di dalam kelas, bisa juga mengajar dari kantornya ataupun dari rumah, khususnya bagi mereka yang sudah sepuh," ujar Ari di Kampus UI Depok, Senin (1/6/2020).

Lebih lanjut, Ari menjelaskan, pelaksanaan konferensi ilmiah juga akan dilakukan melalui sistem daring dan penyediaan e-certificate. Dimungkinkan juga akan dilakukan sistem graduate assistant.

Baca Juga: UI Berikan Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid-19

"Dalam sistem ini, para asisten dosen akan direkrut dari lulusan atau alumni, untuk membantu dosen senior melaksanakan perkuliahan dengan sistem daring," papar Ari.

Menurut Ari, UI berencana mengoptimalkan kerja sama triple helix. "Sisi positifnya, pandemi ini menjadi katalisator bagi terbentuknya kerja sama antara UI, pemerintah dan swasta, terutama dalam bidang social engagement health service, dan hilirisasi alat kesehatan hasil inovasi UI," jelasnya.

Semasa pandemi Covid-19, UI terlibat lebih dalam lagi di dalam melakukan engagement dengan lingkungannya. Salah satunya, dengan membangun social engagement health service bagi masyarakat.

Baca Juga: Cegah Covid-19, UI Inisiasi Program Ember Cuci Tangan

UI menyediakan klinik satelit Makara UI, Rumah Sakit UI (RSUI) sebagai rumah sakit yang didedikasikan untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok, Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI sebagai Lab Pemeriksa Covid-19, para guru besar dan akademisi UI yang terlibat aktif di dalam Satuan Tugas Covid-19, serta merealokasi anggaran UI untuk mendukung RSUI di tengah pandemi Covid-19.

"Dengan adanya Covid-19 ini menyadarkan bahwa ini adalah kesempatan UI untuk mendukung pemerintah. Salah satunya, UI mempelopori program relawan mahasiswa semester 7 untuk terjun langsung membantu tenaga medis di RSUI dalam penanganan Covid-19, dan para mahasiswa relawan akan memperoleh 3 SKS setelah menyelesaikan aktivitasnya dan membuat laporan," pungkas Ari.



Sumber: BeritaSatu.com