Pemberlakukan New Normal, Pemprov Tetap Bersiaga di Bandara dan Pelabuhan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemberlakukan New Normal, Pemprov Tetap Bersiaga di Bandara dan Pelabuhan

Senin, 1 Juni 2020 | 18:41 WIB
Oleh : Robert Isidorus / EHD

Jayapura, Beritasatu.com - Untuk menangani kasus Covid -19 barang impor ke Papua harus mempunyai sistem Karantina yang handal disertai menambah jumlah SDM dalam bidang kesehatan.

“Kami pemerintah di Papua harus berhati-hati jika membuka pintu penerbangan dan pintu pelabuhan laut karena situasi Covid-19 di berbagai provinsi di Indonesia belum stabil serta cakupan tes Covid-19 di provinsi lain di Indonesia pada umumnya masih rendah. Perlakuan khusus bagi orang yang akan keluar masuk ke Papua harus bebas Covid-19 dengan mengecek suhu tubuh, gejala klinis, pemeriksaan Rapid Test atau PCR. Sistem pengamatan penyakit perlu terus ditingkatkan,” ujar Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame di Jayapura, Senin (1/6/2020).

Dinas kesehatan Provinsi Papua telah merekrut perawat, dokter tenaga sukarelawan, dan juga kabupaten dibentuk tenaga epidemiologi lapangan untuk memperkuat Surveilans ke depan.

“Tantangan lain di Papua bukan hanya beban penyakit lain seperti TB,HIV/AIDS, malaria, kusta,penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi), cakupan imunisasi masih rendah tetapi juga tantangan budaya masyarakat yang social tinggi sehingga pertemuan social, acara adat ,kematian keagamaan adalah utama,” ujarnya.

Dikatakan, keterbatasan SDM dengan tenaga medis yang hanya berjumlah 1.077 dokter, perawat 9.912, bidan 2.602, kefarmasian 471, Kesmas 574, Kesling 252, gizi 335, fisoterapi 51 dan teknis medis 118 serta penyebarannya tidak merata dan kelangkaan di daerah pegunungan Papua.

Point Prevalence Rate (PR) beban penyakit Covid -19 di Papua adalah 1,52 per 10.000 penduduk dengan beban kesehatan terkonsentrasi di empat kabupaten berwarna merah yaitu Kota Jayapura, Timika, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor. Ada 18 kabupaten berwarna hijau dan 5 kabupaten berwarna kuning.

Angka Penemuan Kasus Positif (Case Detection Rate) di provinsi ini cukup tinggi yaitu 171,4 per 100.000 populasi dalam usaha memutuskan rantai penularan, dan trend kasus positif kumulatif tingkat provinsi masih naik yang mulai berkurang/ bertahan seperti Merauke, dan kabupaten Jayapura, Mamberamo Tengah.

Angka kesembuhan di Papua cukup baik 27%, dirawat 72% dan angka kematian 1%. Kasus – kasus tak bergejala dan ringan banyak ditemukan karena deteksi dini dengan angka kesembuhan yangtinggi serta kematian yang rendah.

“Pemberlakuan new normal bukan hanya melihat data epidemiologis tetapi perlu sekali persiapan yang baik melalui sosialisasi dan uji coba. WHO dan Bappenas telah mengeluarkan syarat-syarat sebelum memulai new normal. Dalam kehidupan new normal kita akan terus belajar mempertahankan dan mengedepankan usaha-usaha pencegahan seperti jaga jarak, menghindari berkumpul/keramaian, cuci tangan dan menggunakan masker, menjaga stamina tubuh. Memperkuat sistem karantina untuk pintu- pintu masuk serta surveilans penyakit,” ujarnya.

Ia mengatakan, peran serta masyarakat dan segenap stakeholders untuk bersama adalah hal mutlak menuju new normal. Tantangan budaya,tantangan geografis, keterbatasa tenaga medis serta sarana prasarana, keterbatasan pengetahuan masyarakat diperlukan kehati-hatian untuk masuk ke new normal tetapi harus optimistis.

New normal dapat dimulai dengan 18 kabupaten berwarna hijau. Trend penanggulangan Covid-19 di Papua menunjukkan kemajuan yang baik di Papua harus terus dipertahankan dan mengedepankan usaha-usaha pencegahan. Roda produktifitas dan perekeonomian , pendidikan juga harus digerakkan untuk menopang kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia.

Kondisi Obyektif

Kebijakan pemerintah pusat untuk new normal atau tatanan kehidupan normal yang baru di tengah pandemic Covid-19, belum bisa diterapkan di Papua. Rencananya, new normal ini akan dimulai Juni mendatang.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengaku, kebijakan Presiden Jokowi tersebut disampaikan dalam konteks nasional. Sementara di daerah, kebijakan akan disampaikan oleh Kepala Daerah tentunya dengan melihat kondisi objektif daerahnya masing masing.

“Artinya kalo menurut perhitungan pusat seperti yang selama ini kami sampaikan bulan Mei ini kan merupakan tertinggi, dan juni kurva harus turun. Kalau, berasumsi ke sana memang sudah bisa menunjukkan new normal, tapi kita harus ingat untuk konteks Papua, Covid-19 ini tidak bersama-sama munculnya seperti di Jakarta,” ujar Wagub.

Menurutnya, kasus Covid-19 baru muncul di Papua pada Maret. Sehingga jika secara normal seperti yang disampaikan Presiden dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu, maka Juni akan normal (menurut pusat). “Tapi kita di Papua baru akan normal di Juli.

Sebab pada Juni, kita baru akan mencapai titik tertinggi,” kata Wagub. Saat ini, lanjut Wagub, baru bulan Mei dan akhir Juni diperkirakan akan menjadi titik tertinggi. Harapannya awal Juli itu kurva mulai turun. Kalau pun mulai turun maka New Normal itu kita akan lakukan,” jelasnya.

Terkait wacana new normal ini, lanjut Wagub, pihaknya akan membahasnya bersama Forkopimda guna menyamakan persepsi “Untuk melihat kira-kira dalam menerjemahkan apa yang presiden sampaikan, Hal apa yang bisa kita normalkan ataupun kita fleksibel itu,” terangnya.

“Kita tidak ketat sekali juga tapi kita lihat fakta. Kita bisa longgarkan mana tapi dengan pelonggaran itu, tidak menambah, beban kesehatan di Provinsi Papua,”terangnya lagi.

Menurut Wagub, pemerintah pusat tidak bisa menyamakan Papua dengan daerah lain sebab dilihat dari history-nya (riwayatnya) berbeda. “History nya Papua tidak serentak secara nasional terjadi konflik bersama-sama kita baru terjadi di bulan maret akibat Cluster dari Jawa Barat dan Gowa. Ini fakta historisnya, jadi kita terlambat terjadinya Covid-19, otomatis normalnya juga sebulan lebih lambat,” tutur Wagub.

Dia berharap masyarakat bisa tetap disiplin. “Kita jaga semua dengan baik tidak ada yang mustahil. Kalau semua kita bisa lakukan dengan baik,” pungkas Wagub.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021

Mahfud MD Perintahkan Aparat Tingkatkan Pengamanan di Rumah Ibadah

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah.

NASIONAL | 25 September 2021

2 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk Daftar Program Studi MBA Terbaik Dunia

Program Magister Manajemen-Binus Business School menempati klaster peringkat 201-250 bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

NASIONAL | 25 September 2021

Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

Pemerintah berupaya memitigiasi risiko penularan Covid-19 dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

NASIONAL | 25 September 2021

Jelang PON, BNPB Kirimkan 350.000 Masker ke Kabupaten Mimika

BNPB akan mengirimkan 350.000 masker pada tempat-tempat penyelenggaraan PON XX di wilayah Kabupaten Mimika.

NASIONAL | 25 September 2021

Polri: Ada 6 Calon Tersangka Dugaan Penganiayaan M Kace, Salah Satunya Napoleon

Ada enam calon tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kace atau Muhammad Kece, salah satunya Irjen Pol Napoleon Bonapart

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings