Gelombang Tinggi, BPBD Kota Bengkulu Imbau Nelayan Tak Melaut

Gelombang Tinggi, BPBD Kota Bengkulu Imbau Nelayan Tak Melaut
Sejumlah kapal nelayan sandar di kawasan pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Usmin / EHD Senin, 1 Juni 2020 | 21:05 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, mengimbau para nelayan tradisional agar tidak melaut karena gelombang di perairan laut daerah ini mencapai ketinggian di atas 4 meter, sehingga membahayakan keselamatan nelayan.

"Kita sudah mengimbau nelayan tradisional Kota Bengkulu, agar tidak meluat sementara ini, karena gelombang di perairan laut Bengkulu, tinggi di atas 4 meter, sehingga jika dipaksakan membahayakan keselamatan," kata Kepala BPBD Kota Bengkulu, Selupati, di Bengkulu, Senin (1/6/2020).

Ia mengatakan, BPBD Kota Bengkulu juga mengingatkan warga agar tidak mandi di Pantai Panjang karena gelombang di sekitar pantai tersebut juga tinggi mendekati 5 meter, sehingga membahayakan keselamatan bagi pengunjung yang mandi di objek wisata tersebut.

"Kita tidak mau kasus orang tenggelam meninggal digulung gelombang besar saat mandi di Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, pada Sabtu (30/5/2020) lalu, kembeli terulang lagi. Karena itu, kita minta mereka tidak main mandi dipantai selama gelombang tinggi," ujarnya.

Selupati menambahkan, pihaknya telah menyiagakan petugas dan peralatan untuk mengantisipasi terjadi bencana banjir di daerah ini mengingat intensitas hujan masih tinggi di Kota Bengkulu. Demikian pula pihaknya siap mengantisipasi kemungkinan ada warga tenggelam disaat gelombang besar.

"Jadi, kita setiap saat siaga baik petugas maupun pelaratan dalam mengantisipasi terjadi bencana alam di Kota Bengkulu. Kapan saja terjadi bencana kita siap membantu dan menangani para korban bencana banjir dan bencana lainnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Syafriadi. Ia meminta para nelayan Kota Bengkulu tidak melaut untuk beberapa hari kedepan, karena gelombang di perairan laut daerah ini tinggi di atas 4 meter.
"Kita sudah meminta nelayan Kota Bengkulu, untuk 4 hari kedepan sebaiknya tidak berangkat kelaut karena gelombang tinggi di atas 4 meter, sehingga jika dipaksa melaut keselamatan akan terancam," ujarnya.

Imbauan tidak melaut tersebut, katanya untuk menindaklanjuti data prakiraan cuaca wilayah barat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 5 meter.

"Berdasarkan data dari BMKG, gelombang laut tinggi mencapai 5 meter di perairan Bengkulu-Enggano hingga Samudra Hindia barat Bengkulu, serta potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Karena itu, kami tetap mengimbau agar para nelayan di Kota Bengkulu, sebaiknya tidak melaut.

Jika terpaksa harus melaut, lanjutnya sebaiknya mencari ikan sekitar 6-7 mil dari pantai, karena gelombang tidak begitu besar.
Dengan demikian, jika datang gelombang besar disertai badai tiba-tiba nelayan dapat menyelamatkan diri dengan cepat.

Dengan demikian, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. "Saya minta imbauan ini benar-benar diperhatikan nelayan Kota Bengkulu, sehingga tidak ada nelayan yang hilang disapu gelombang besar saat melaut," ujarnya.

Sementara terpisah Kepala BMKG Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan, tingginya gelombang laut di perairan Bengkulu, disebabkan beberapa faktor, di antaranya kecepatan angin mencapai 5-15 knot.  "Kecepatan angin ini juga selain memicu gelombang tinggi di perairan laut Bengkulu juga menyebabkan terjadi bandai. Karena itu, para nelayan dan semua kapal yang beroperasi untuk mewaspadai gelombang tinggi tersebut," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com