Kemdikbud Masih Tunggu Gugus Tugas Covid-19 untuk Buka Sekolah

Kemdikbud Masih Tunggu Gugus Tugas Covid-19 untuk Buka Sekolah
Kepala Sekolah dan guru memasang papan informasi sekolah diliburkan di SD Negeri Denasri Wetan 02, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin 16 Maret 2020. Pemerintah Kabupaten Batang mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah selama 14 hari ke depan mulai tanggal 16 Maret sampai 29 Maret 2020 sebagai antisipasi penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) (Foto: Antara Foto)
Maria Fatima Bona / IDS Senin, 1 Juni 2020 | 22:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad mengatakan, pihaknya bersama Gugus Tugas Covid-19 telah membahas tentang kapan sekolah kembali dibuka. Namun, belum diputuskan kapan sekolah kembali dibuka.

“Kami masih menunggu keputusan,” kata Hamid kepada SP, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya dalam diskusi bersama pimpinan redaksi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, sektor pendidikan akan menjadi sektor yang paling akhir dibuka saat Indonesia mulai memasuki tatanan kehidupan normal baru atau new normal akibat Covid-19.

Hamid menuturkan, Kemdikbud sesungguhnya telah menyiapkan skenario yang akan disampaikan setelah keputusan final pembukaan sekolah diputuskan. Kendati demikian, Hamid menegaskan, jadwal pembukaan kembali sekolah menjadi kebijakan pemerintah daerah (pemda) yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah dan berdasarkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19.

Sekolah-sekolah di zona merah dan kuning, menurut Hamid, akan menjalankan kegiatan belajar mengajar dalam bentuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis daring atau pun luring tergantung kesiapan masing-masing. Sedangkan untuk sekolah zona hijau diperbolehkan membuka sekolah setelah mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19.

“Nah untuk zona hijau sekarang menurut ketetapan Gugus Tugas Covid-19 itu ada 108 kabupaten yang selama 2 bulan terakhir belum ada kasus satu pun Covid-19. Namun, siapa yang menetapkan zona hijau itu semuanya diserahkan kepada Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan. Mana yang dianggap sudah aman dari Covid-19 ini, itulah yang nanti diperbolehkan tetapi tahapannya agak ketat,” terangnya.

Selanjutnya, ia menegaskan, pemda tidak bisa sendirian dalam menetapkan sekolah kembali dibuka. Semua harus tergantung kesepakatan dari Gugus Tugas Covid-19 yang memiliki data terkait penyebaran Covid-19. Sedangkan tugas Kemdikbud hanya memberikan regulasi berupa syarat dan prosedur seperti apa harus dipatuhi sekolah.



Sumber: BeritaSatu.com