Jokowi: Pembukaan Tempat Ibadah, Aktivitas Ekonomi, dan Sekolah Harus Lalui Tahapan Ketat

Jokowi: Pembukaan Tempat Ibadah, Aktivitas Ekonomi, dan Sekolah Harus Lalui Tahapan Ketat
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Lennny Tristia Tambun / BW Selasa, 2 Juni 2020 | 11:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menyambut era new normal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembukan tempat ibadah, tempat aktivitas ekonomi, dan sekolah harus melalui tahapan-tahapan yang ketat.

Hal itu untuk memastikan agar saat pembukaan tempat-tempat tersebut tidak menimbulkan gelombang kedua pandemi virus corona atau Covid-19.

“Oleh sebab itu, baik itu pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan untuk aktivitas ekonomi, pembukaan untuk sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat,” kata Jokowi seusai meninjau Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Tahapan yang ketat tersebut, lanjut Jokowi, diiringi dengan melihat angka dari kurva angka produktif (R0) dan angka produktif efektif (Rt).

“Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat. Sehingga, kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi, sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” terang Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, pihaknya akan menyiapkan empat tahapan untuk memasuki tatanan normal baru di sektor pariwisata.

Menurutnya, seluruh tahapan menuju tatanan normal baru tersebut harus dilalui destinasi wisata untuk memastikan lokasi wisata siap menjalankan protokol tatanan normal baru.

Keempat tahapan tersebut, adalah pertama menyusun standar operasi prosedur (SOP) yang akan diterapkan di sektor pariwisata.

Tahapan kedua, SOP tersebut harus dilakukan simulai oleh para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tahapan ketiga, melakukan sosialisasi SOP kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang akan melancong ke destinasi wisata.

Selanjutnya, tahapan keempat, langsung melakukan uji coba dari SOP tersebut. Pelaksanaan uji coba ini akan diprioritaskan kepada daerah-daerah yang sudah siap membuka kembali destinasi wisata di wilayahnya.



Sumber: BeritaSatu.com