Baru 479 Kabupaten/Kota di 22 Provinsi yang Umumkan Informasi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Baru 479 Kabupaten/Kota di 22 Provinsi yang Umumkan Informasi Covid-19

Senin, 1 Juni 2020 | 18:24 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 meminta, pemerintah membuka data dan informasi terkait kasus Covid-19 di Tanah Air. Keterbukaan data mengenai jumlah tes Covid-19 berbasis polymerase chain reaction (PCR), jumlah kasus positif, data orang dalam pemantauan (ODP) hingga pasien dalam pengawasan (PDP) bisa menjadi dasar pemerintah untuk memberikan informasi kepada publik, soal sebaran dan besaran kasus ini.

Apalagi seiring dengan adanya sejumlah daerah yang diperkenankan memasuki era kenormalan baru (new normal). Hal tersebut diungkapkan, juru bicara Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 Irma Hidayana, Senin (1/6/2020). “Publik perlu diberitahu situasi sesungguhnya, bahwa data dan angka tentang jumlah kasus sebaran Covid-19 saja tidak cukup menggambarkan sebaran kasus di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran data yang dilakukan Irma bersama 130-an relawan, dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia, baru ada 479 kabupaten dan kota di 22 dari 34 provinsi, yang mengumumkan informasi Covid-19 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Namun tidak semua kabupaten dan kota pada 22 provinsi itu memiliki rekapitulasi kematian ODP dan PDP,” imbuh Irma

Penyajian data berdasar pemeriksaan PCR itu, termasuk ODP, PDP, hingga pasien yang positif dan meninggal dengan gejala Covid-19. “Selama pemerintah menutupi jumlah tes yang telah dilakukan, maka selama itu pula kredibilitas data kasus pemerintah akan selalu dipertanyakan. Jumlah tes memengaruhi perhitungan jumlah kasus,” kata Irma.

Ia menambahkan, WHO meminta pencatatan orang yang meninggal dengan gejala klinis Covid-19 seperti demam dan sesak nafas harus dicatat sebagai kematian akibat Covid-19.

Irma memaparkan, pencatatan kematian ODP dan PDP harus dicatatkan sebagai kematian akibat Covid-19 karena bisa saja ada keterbatasan akses untuk melakukan pengecekan PCR. Lapor Covid-19 mencatat hingga 29 Mei 2020, pemerintah mencatat orang yang meninggal setelah diketahui positif Covid-19 ada 1.503 orang, sementara yang meninggal dalam status ODP dan PDP sebanyak 5.021 orang.

“Jumlah total kematian kasus terduga Covid-19 masih jauh lebih tinggi dari jumlah kematian positif Covid-19 di 34 provinsi. Perbandingannya masih lebih dari 3.5 kali lipat. Konsisten dengan temuan perbandingan angka kematian sejak tanggal 9, 15, dan 26 Mei 2020. Sehingga total kematian terkait Covid-19 mencapai 6.524 kasus,” terang Irma.

Ia menegaskan, pembukaan data tes spesimen berbasis PCR ini sangat penting dibuka ke publik. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui secara detil apakah tes itu sudah dilakukan secara proporsional di setiap kabupaten dan kota. Tanpa data terbuka soal jumlah tes yang sudah dilakukan, maka sulit bagi publik memastikan apakah memang benar di sebuah wilayah tidak ada kasus Covid-19. Bisa saja, ketiadaan kasus karena tidak dilakukannya tes.

“Logikanya kalau jumlah tes banyak dan terdistribusi di seluruh wilayah secara proporsional, maka baru ketahuan jumlah kasus Covid-19 yang (mendekati) sebenarnya. Jadi persepsi bahwa besaran kasus Covid-19 itu ditentukan oleh angka resmi yang selama ini diinfokan mesti diluruskan. No test, no case,” ungkap Irma.

Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 dibentuk sekelompok individu yang memiliki perhatian terhadap hak asasi warga dan masalah kesehatan masyarakat terkait pandemi Covid-19. Lapor Covid-19 merupakan wadah sesama warga berbagi informasi mengenai angka kejadian terkait Covid-19.

Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 juga meminta pemerintah memastikan, seluruh kabupaten dan kotamadya di Indonesia melakukan pendataan yang seragam. Termasuk di dalamnya mengakomodasi jumlah ODP dan PDP yang meninggal sesuai dengan panduan WHO.

Masih Minim
Epidemiolog dari Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam koalisi ini, Panji Hadisoemarto mengungkapkan, keberadaan data soal pemeriksaan PCR ini masih sangat minim yang berbasis kabupaten dan kota. Dokter yang mendalami ilmu kesehatan masyarakat ini memaparkan, dokumen WHO menyatakan, angka atau proporsi jumlah tes yang positif itu harus di bawah 5 persen sebelum akhirnya melonggarkan kebijakan terkait pembatasan sosial.

“Jawa Barat (Jabar) saja setidaknya masih sekitar 10 atau 11 persen, artinya belum melakukan cukup banyak tes buat memastikan tidak ada orang yang terlewat. Apalagi kalau kita tidak punya data berapa banyak PCR dan berapa banyak yang positif dari PCR itu. Kita akan tidak bisa menilai seberapa komprehensif pemeriksaan dilakukan pada mereka yang bisa positif covid-19,” imbuh Panji.

Data Dinas Kesehatan Jabar mencatat hingga Mei 2020, dari total jumlah penduduk 49.316.712 jiwa, total rapid test yang telah dipergunakan sebanyak 115.395, sedangkan tes PCR mencapai 15.536.

Berkaitan dengan data tentang PCR itu, sosiolog dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Sulfikar Amir memaparkan, pengetahuan dan informasi yang mumpuni dari pemerintah bakal memengaruhi persepsi masyarakat atas Covid-19. Associate Professor of Science, Techonology, and Society di School of Social Sciences NTU menilai sebagian besar informasi dan data terkait Covid-19 datang dari pemerintah atau Kementerian Kesehatan.

“Hanya ada dua jenis informasi yang dibutuhkan saat merespon situasi krisis. Apa yang terjadi, dan apa yang harus dilakukan? Itu informasi yang dibutuhkan individu buat persepsi krisis atau bencana. Data dan informasi ini masuk ke pengetahuan yang membentuk persepsi risiko, sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik,” paparnya.

Apabila masyarakat tidak percaya pada sumber informasi itu maka efektivitas pesan atau informasi tidak akan sampai ke tingkat individu. Hal ini bakal menjadi masalah dalam mempersepsi bencana seperti Covid-19. Laporan dari relawan seperti Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19, ungkap Sulfikar adalah respons atas informasi yang tidak diberikan atau dipaparkan pemerintah.

Data dan informasi itu termasuk kejelasan soal kapasitas layanan kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga kesehatan. “Harus dipersiapkan dengan baik dan hal ini harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, agar ada jaminan keamanan jika nantinya wabah kembali meningkat. Terkait hal ini, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan alat pengaman diri yang sesuai standar kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan,” tambah Irma.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Waspadai 27 Wilayah Ini Akan Dilanda Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di 27 wilayah di Tanah Air pada hari Jumat (24/9/2021).

NASIONAL | 24 September 2021

IDI dan PHRI Gelar Vaksinasi untuk Pelajar dan Masyarakat di Tanjung Lesung

IDI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan PHRI Pandeglang, menggelar vaksinasi.

NASIONAL | 24 September 2021

Dari Bumi Dukung Penyebaran Hasil Tani untuk Masyarakat

Dari Bumi lahir untuk menjadi jembatan antara hasil tani yang terkurasi, petani sebagai pelaku industri dan masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 24 September 2021

Mengenang Ki Ageng Gribig Leluhur Airlangga Hartarto, Penasihat Sultan Agung dan Pejuang Islam

Ki Ageng Gribig atau yang bernama asli Wasibagno Timur adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten, dan sekitarnya.

NASIONAL | 24 September 2021

Passing Grade P3K Ketinggian, P2G Minta Pemerintah Pertimbangkan Afirmasi untuk Guru

Seleksi kompetensi untuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru akan segera digelar

NASIONAL | 7 September 2021

Presiden Nyeker dan Naik Sampan di Cilacap, Begini Penampakannya

Presiden Jokowi nyeker alias berjalan tanpa alas kaki saat melepasliarkan tukik ke laut, di Pantai Pantai Kemiren, Cilacap, Jateng, Kamis (23/9/2021).

NASIONAL | 23 September 2021

MRPTNI: PTM Terbatas untuk Cegah Learning Loss

Jamal Wiwoo mengatakan, menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas adalah untuk mencegah learning loss

NASIONAL | 23 September 2021

Angkat Produk Papua, Sandiaga Uno Disebut Pemimpin Masa Depan

Mama Marice yang merupakan penjual es krim sagu tersebut menyambut kedatangan Menparekraf Sandiaga.

NASIONAL | 23 September 2021

Polres Yahukimo Periksa ASN Diduga Pemasok Senjata KKB

Barang bukti yang diamankan di antaranya 26 butir amunisi 5,6 5TJ, 8 Butir amunisi 38 SPC, satu magazine M-16, satu pasang pakaian loreng KNPB,

NASIONAL | 23 September 2021

Presiden Jokowi Tanam Mangrove untuk Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

Setengah Populasinya Divaksin Covid-19, Panama Menuju Kekebalan Kelompok

DUNIA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings