Anggota KKB Penembak dan Perampas Senjata Aparat Keamanan Ditangkap

Anggota  KKB Penembak dan Perampas Senjata Aparat Keamanan Ditangkap
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Suara Pembaruan / Robert Isidorus)
Robert Isidorus / LES Selasa, 2 Juni 2020 | 13:05 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua Oniara Wonda yang selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO) saat ini menjalani hukumannya di lembaga permasyarakatan.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, DPO Oniara Wonda merupakan pasukan dari KKB pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri.

Adapun daftar kekerasan yang ia lakukan antara lain pernah terlibat baku tembak dengan mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua tanggal 28 November tahun 2012.

“Aksi-aksi yang bersangkutan dimulai pada 2011. Kemudian berlanjut dan pada 2013 Polri mengeluarkan daftar DPO setelah ada bukti-bukti,”kata Kapolda di Mapolda Papua, Selasa (2/6/2020) pagi.

Diungkapkan Kapolda, beberapa kejahatan yang dilakukan Oniara dan kelompoknya di antaranya, perampasan SMR (senjata mesin ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya Januari 2011 yang mengakibatkan 1 personel Brimob Papua meninggal dunia. Penembakan dan penyerangan serta perampasan senpi organik jenis revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya November 2011. Perampasan senpi organik Res Lanny Jaya Jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaludin Elwakan tahun 2011 di Tiom Kabupaten Lanny Jaya.

Kemudian, penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada November tahun 2012 yang mengakibatkan tiga anggota polsek meninggal dunia. Penembakan terhadap mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua 28 November 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek Pirime. Tak ada korban dalam penyerangan ini.

Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api Anggota Polri di Jl. Trans Indawa-Pirime 28 Juli 2014. Penembakan terhadap Anggota TNI 756 di lapangan terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lanny Jaya mengakibatkan 1 personel TNI luka tembak pada tahun 2015.

Penembakan terhadap personel satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada Desember 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan. Dan, penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada 3 November tahun 2018.

Paulus Waterpauw membeberkan kendala selama ini yang dihadapi dalam upaya penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata di Papua yakni geografis dan medan yang sulit. “Papua ini sulit, karena daerahnya serba lebar dan alamnya serta kondisi giografitsnya luar biasa. kemudian penguasaan medan mereka lebih kuasai dari pada kita,”ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com