Logo BeritaSatu

Cegah Penumpukan di TPS, DPR Minta Pengaturan Jam Pencoblosan

Selasa, 2 Juni 2020 | 17:31 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Pilkada serentak sudah diputuskan akan digelar tanggal 9 Desember 2020. Pelaksanaannya digelar ditengah masih menyebarnya wabah Covid-19. Guna menghindari penyebaran Covid-19, sudah disepakati bahwa setiap tahapan pilkada dan proses pencoblosan dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, sarung tangan, termometer suhu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer, dan sebagainya.

Selain menjalankan protokol kesehatan yang ketat, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia juga mengusulkan agar pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilakukan beberapa gelombang dan diatur jamnya.

“Tidak seperti terjadi selama ini, numpuk di jam-jam pagi saja. Siangnya sepi. Jadi diatur per RT dan per jam,” kata Doli dalam diskusi virtual bertema “Menimbang Risiko Pilkada Serentak 9 Desember 2020” di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan, pengaturan per gelombang agar tidak terjadi penumpukan di TPS. Di sisi lain, agar petugas bisa mengatur jarak bagi para pemilih yang antri di TPS. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga mendukung pengurangan pemilih dalam satu TPS dengan menambah jumlah TPS. Namun hal itu bergantung kesiapan anggaran negara karena penambahan TPS butuh biaya besar. Apalagi jika kotak coblos juga diperbanyak.

“Memang risiko Pilkada di tengah pandemi seperti sekarang ada tambahan biaya. Besok, kami akan mengadakan rapat lagi dengan pemerintah, penyelenggara untuk membahas masalah ini,” jelas Doli.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi yang juga tampil sebagai pembicara pada diskusi tersebut menyebut KPU sedang menyiapkan Peraturan KPU (PKPU) yang memuat aturan teknis untuk setiap tahapan Pilkada. Aturan disusun oleh berbagai pihak terkait, termasuk dengan gugus tugas penanganan Covid-19 karena harus disesusaikan dengan keberadaan Covid-19 yang masih menyebar.

KPU juga, lanjut Dewa, sedang menyusun detail atas permintaan dana tambahan sebesar Rp 550 miliar. Hal itu sebagai pertanggungjawaban atas dana yang diminta, di luar anggaran yang sudah ada sebelumnya.

“Kami hanya berharap agar tidak ada lagi hambatan-hambatan kedepan. Semoga Covid-19 tidak lebih parah dari sekarang atau tidak nambah lagi dari sekarang. Karena akan menyulitkan kami dalam menyiapkan pilkada ini,” tutur Dewa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Nilai Sepak Bola Kerap Pancing Suporter Emosi

Mahfud MD menyampaikan penyesalan pemerintah atas terjadinya tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kantongi Berbagai Video Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi berbagai video terkait kerusuhan Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

174 Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings