Bengkulu Belum Berencana Terapkan New Normal

Bengkulu Belum Berencana Terapkan New Normal
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi "corona". (Foto: Antara)
Usmin / YUD Selasa, 2 Juni 2020 | 17:46 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, pihaknya belum berencana mengajukan izin ke Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat untuk menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal di daerah ini.

"Kita belum ada rencana menerapkan new normal di Bengkulu, karena syaratnya berat, salah satunya kasus Covid-19 harus nol (RO) dan kasus virus korona dalam kurun waktu tertentu tidak ada lagi alias bebas Covid-19," kata Gubernur Rohidin di Bengkulu, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Kemhub Siapkan Prosedur Transportasi New Normal

Ia mengatakan, Pemprov Bengkulu dan dinas instansi terkait, saat ini fokus untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat umum, pedagang, petani, nelayan dan masyarakat lainnya dalam rangka mengendalikan penyebaran virus corona di daerah ini.

Adapun protokol kesehatan yang disosialisasikan ke masyarakat itu, antara lain kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker jika keluar rumah dan menjaga jarak atau physical distancing, serta menghindari kerumunan banyak orang.

Apabila protokol kesehatan ini dapat diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bengkulu, maka kasus Covid-19 di daerah ini dapat ditekan.

Baca juga: Baru Dikeluarkan, Peraturan New Normal Kemdagri Direvisi

"Kunci untuk memutus rantai penyebaran virus corona dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Kalau ini dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat di Bengkulu, maka virus corona dengan sendirinya hilang dari Bumi Raflesia," ujarnya.

Karena itu, Pemprov Bengkulu dan Dinkes setempat fokus pada sosialisasi penerapan protokol kesehatan ke masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan di 10 kabupaten dan kota yang ada di daerah ini.

Soalnya, jika protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik oleh masyarakat, maka berbagai aktivitas ekonomi warga dapat dijalan dengan baik. "Jadi, kita tanpa menerapkan protokol kesehatan baik di masyarakat, maka penyebaran virus corona sulit akan dihentikan," ujarnya.

Gubernur Rohidin menambahkan, jika protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik oleh masyarakat, maka pelaksanaan tatanan hidup batu atau new normal dapat dilaksanakan di daerah ini, karena kasus Covid-19 sudah berada di angka nol, tapi kalau sekarang belum bisa dilaksanakan.

Baca juga: Rencana Buka 8 Juni, Ini Aturan New Normal di Grand Indonesia

Saat ini, kasus positif Covid-19 di Bengkulu, tercatat 92 orang. Dari jumlah itu, 25 orang dinyakan sembuh, 12 pasien menjalani perawatan di beberapa RSU di Bengkulu, 53 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan pasien meninggal dunia 2 orang.



Sumber: BeritaSatu.com