Sidang Tuntutan Terdakwa Aulia Kesuma Ditunda

Sidang Tuntutan Terdakwa Aulia Kesuma Ditunda
Ilustrasi jenazah. (Foto: Istimewa)
Bayu Marhaenjati / HS Selasa, 2 Juni 2020 | 18:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menunda sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin terkait kasus pembunuhan berencana. Persidangan ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai menyusun berkas tuntutan.

"Tuntutan belum siap. Sidang perkara pembunuhan ditunda tanggal 4 Juni," ujar Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi, Selasa (2/6/2020).

Sementara itu, kuasa hukum Aulia dan Geovanni, Firman Chandra mengatakan, sidang tuntutan ditunda karena jaksa belum selesai menyiapkan berkas tuntutan.

"Mestinya hari ini diputuskan berapa tuntutan yang pas sesuai dengan fakta persidangan. Namun karena belum siap, menurut jaksa belum komprehensif diketik, maka hari ini ditunda sampai hari Kamis," kata Firman.

Diketahui, Aulia dan anaknya, Geovanni didakwa melakukan pembunuhan berancana terhadap korban Edi Candra alias Pupung Sadili (54) dan Adi Pradana (23), yang merupakan suami dan anak tiri Aulia.

Aulia dan Geovanni disebut melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, terkait pembunuhan berencana dalam dakwaan primer. Sementara, pada dakwaan subsider keduanya didakwa Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, terkait pembunuhan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membekuk tersangka Aulia Kesuma, lantaran diduga membunuh suaminya Edi Candra alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, Adi Pradana (23), di kediamannya, Jalan Lebak Bulus I, Cilandak, Jakarta Selatan. Jenasah korban kemudian ditemukan di dalam mobil terbakar di Jalan Cidahu-Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam menjalankan aksinya, Aulia dibantu anaknya Geovanni Kelvin dan eksekutor Kusmawanto Agus serta Muhammad Nur Sahid. Kasus pembunuhan berencana itu dilakukan Aulia dan terdakwa lainnya, pada Jumat (23/8/2019) lalu.

Aulia yang menjadi otak pembunuhan terpaksa menghabisi nyawa suaminya karena motif ekonomi terlilit utang hingga Rp 10 miliar. Aulia sempat meminta suaminya untuk menjual rumah karena dia sudah kewalahan harus mencicil utang Rp 200 juta per bulan. Namun, permintaan itu ditolak korban.

Sejurus kemudian, Aulia bersama terdakwa lainnya merencanakan pembunuhan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meracuni Edi dengan obat tidur jenis vandres sebanyak 30 butir yang dicampur ke dalam jus. Setelah korban terlelap, para eksekutor membekapnya hingga tewas.

Sementara, Adi Perdana dibunuh dengan cara dicekoki alkohol dan dibekap. Selanjutnya, kedua korban diangkut menggunakan mobil dan dibuang ke dalam jurang dengan kondisi mobil terbakar, di Sukabumi, Jawa Barat.



Sumber: BeritaSatu.com