Pengamat: Pelaku Serangan Polsek Daha Selatan ISIS Terlatih

Pengamat: Pelaku Serangan Polsek Daha Selatan ISIS Terlatih
Suasana rapat kerja virtual Komisi III dengan Kapolri di Ruang Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Robert Wardy / EHD Selasa, 2 Juni 2020 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Serangan terorisme kembali terjadi di Indonesia. Seorang anggota polisi dari Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi korban. Pelaku membacoknya dengan pedang samurai. "Ini merupakan serangan terorisme terlatih dan terkoordinasi, bukan lone wolf, " kata analis intelijen Ridlwan Habib di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Ia melihat kelompok penyerang sengaja memilih waktu dinihari untuk mencari kelengahan polisi. Sasaran polisi karena dianggap sebagai thaghut, musuh yang menghalangi cita cita mereka menyebarkan faham negara Islam Irak dan Suriah atau the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Ridlwan menilai dari pola serangan dan mental para penyerang, mereka sudah terlatih. Kelompok simpatisan ISIS di Kalsel merupakan jaringan JAD Kalimantan.

Menurut alumni S2 Intelijen UI ini, serangan yang terjadi menjadi bukti bahwa terorisme belum hilang di Indonesia. Bahkan teroris masih melakukan serangan di era wabah corona.

"Para analis sudah meramalkan ini akan terjadi, apalagi setelah ada seruan resmi dari ISIS pusat tiga hari lalu, " tegas Ridlwan.
Ridlwan yang juga Direktur The Indonesia Intelligence Institute mengingatkan adanya serangan serupa di tempat lain setelah Kalimantan Selatan. Polri harus bersiaga penuh. "Polda-Polda di seluruh Indonesia wajib waspada terhadap kemungkinan serangan susulan, " tutup Ridlwan.



Sumber: BeritaSatu.com