Mendes Imbau Pertides Dampingi Desa Susun Rencana Pembangunan

Mendes Imbau Pertides Dampingi Desa Susun Rencana Pembangunan
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar ketika mengikuti acara halalbihalal virtual bersama Forum Pertides, Selasa (2/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 2 Juni 2020 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghimbau agar para anggota Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) untuk mendampingi desa-desa dalam melakukan perencanaan pembangunan jangka waktu lima hingga enam tahun.

Dengan ini, rencana pembangunan akan selaras dengan kondisi permasalahan dan kebutuhan desa.

Hal ini disampaikan ketika menghadiri halalbihalal secara virtual bersama Forum Pertides, Selasa (2/6/2020).

"Kita tidak akan bisa menggali masalah jika kepala desa, perangkat desa dan masyarakat tidak memahami masalah yang dialami desa. Kemudian, bagaimana merumuskan masalah itu. Lalu, bagaimana mensistematisir dengan cara-cara solutif berdasarkan potensi yang ada di desa," ujar sosok yang akrab disapa Gus Menteri ini.

Masih banyak masyarakat desa, ungkap Gus Menteri, yang belum memahami persoalan yang ada di desa yang ditempatinya. Untuk itu, pendampingan oleh Pertides dibutuhkan.

Kemdes PDTT, lanjutnya, juga tengah melakukan penyusunan terkait Permendes PDTT tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2021. Dirinya berharap prioritas penggunaan dana desa memiliki formula baru yang dapat memenuhi kebutuhan 74.953 desa di Indonesia.

"Kita harus berpikir bagaimana Permendes memberikan ruang yang cukup bagi desa untuk improvisasi berdasarkan permasalahan desa. Tapi di sisi lain, rambu-rambu juga dibutuhkan agar penggunaan dana desa tidak bias," jelasnya.

Ketua Pertides Panut Mulyono mengatakan pihaknya memiliki komitmen dan keinginan besar untuk turut berkontribusi membangun desa. Mulyono menyatakan Pertides akan membantu semaksimal mungkin untuk mempercepat kemajuan desa.

Dalam hal ini, perguruan tinggi disebut dapat memanfaatkan secara maksimal program Kampus Merdeka untuk Desa.

Adapun program yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ini memberikan hak belajar kepada mahasiswa selama tiga semester di luar program studi. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di luar kampus adalah membantu proyek desa.

"Peluang ini tentu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk bisa berinteraksi dan berkontribusi untuk menuangkan ilmunya kepada masyarakat desa," tutup Mulyono.



Sumber: BeritaSatu.com