Poso Panas, Dua Petani Ditembak Mati

Poso Panas, Dua Petani Ditembak Mati
Anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masuk daftar pencarian orang. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / JEM Rabu, 3 Juni 2020 | 11:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Eskalasi teror di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali meningkat. Dua nyawa warga Kampung Maros, Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU), Kabupaten Poso, melayang pada Selasa (2/6/2020) sore.

Kedua warga malang itu diketahui bernama Syarifuddin (37) dan Firman (18). Mereka ditembak saat sedang bekerja di kebunnya di wilayah Pegunungan Gayatri, Desa Maranda, Kecamatan PPU, sekitar 8 kilometer dari perkampungan penduduk  Desa Kilo.

“Betul (kita sedang melacak pelaku),” kata Wakapolda Sulteng Brigjen Nurwidiyanto saat ditanya Beritasatu.com, Rabu (3/6/2020) apakah pelakunya kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

MIT sebelumnya berulah saat menembak polisi di Bank Syariah Mandiri Jalan Pulau Irian Jaya, Poso Rabu (15/4/2020).

Mereka juga dengan sadis membunuh dua orang petani setempat. Korban pertama bernama Daeng Topo yang pada 8 April dilaporkan hilang di kaki Gunung Maitangi Dusun Sipatuo, Desa Kilo dan kemudian ditemukan dengan kepala terpenggal.

Lalu korban yang kedua adalah Ajeng alias Papa Angga. Sebelum dibunuh, Ajeng diculik dikebunnya di wilayah KM 09 Gunung Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Dia ditemukan tewas dengan luka di leher.

Pimpinan MIT Ali Kalora memang tengah menebar teror. Poso adalah sebuah kota pesisir di Teluk Tomini yang dikelilingi pegunungan. Salah satunya adalah Pegunungan Biru yang masih asri dan lebat. Di lereng-lereng gunung itu petani menanam kakao, cokelat, dan kopi.

 



Sumber: BeritaSatu.com