Kasus Covid-19 Menurun, RSHS Bandung Buka Kembali Layanan Pasien Umum

Kasus Covid-19 Menurun, RSHS Bandung Buka Kembali Layanan Pasien Umum
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berbincang dengan keluarga pasien saat kunjungan kerja ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung, Jawa Barat, 22 Februari 2018. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka memeriksa fasilitas dan pelayanan RSHS, termasuk pembayaran BPJS. (Foto: Antara / M Agung Rajasa)
Adi Marsiela / LES Selasa, 2 Juni 2020 | 17:19 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Dirut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Nina Susana Dewi menyatakan, tren kasus Covid-19 di rumah sakit rujukan tertinggi di Jabar itu menurun. Seiring penurunan itu, Nina menyatakan, pihaknya membuka kembali layanan kesehatan yang sebelumnya dibatasi seperti layanan rawat jalan, rawat inap, dan operasi selektif.

“Dibuka secara selektif dan bertahap,” ujar Nina, Selasa (2/6/2020).

Nina mengatakan, pembukaan layanan, yang sebelumnya dibatasi terkait fokus penanganan pasien dengan gejala Covid-19 di tempatnya itu, bakal menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Protokol itu antara lain, melakukan pendaftaran secara daring, hadir di rumah sakit dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, serta adanya pengecekan suhu, dan membatasi pengantar satu orang saja.

“Untuk layanan pasien rawat jalan, prinsipnya semua jenis layanan dapat kami layani seperti biasanya. Pembatasan masih berlaku untuk pasien kontrol yang hanya memerlukan pengambilan obat saja. Pengambilan obat dapat dilakukan untuk masa yang lebih lama, satu bulan sekali,” terang Nina.

Sedangkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, RSHS pernah merawat hingga ratusan pasien Covid-19. Namun saat ini angkanya terus menurun seiring upaya pemerintah mengendalikan penyebaran virus corona. Kapasitas ruang isolasi di RSHS mencapai 300-an kamar. Namun saat ini, pasien dengan gejala Covid-19 yang menjalani perawatan di sana tersisa belasan orang saja. “Artinya pasien-pasien yang sembuh sudah sangat banyak,” kata Ridwan.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jabar akan tetap memantau kemungkinan adanya penyebaran virus corona seiring bakal diberlakukan kenormalan baru di beberapa wilayah. Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Manajemen Laboratorium dari gugus tugas, Siska Gerfianti menyatakan, pihaknya menyiapkan 267 unit puskesmas keliling jadi mobile test Covid-19.

“Kita berikan rapid test (kit) maksimal sekitar 300 pieces per mobil dalam tiga tahap, berikut APD (alat perlindungan diri) dan perlengkapan lain buat menunjang pemeriksaan Covid-19,” kata Siska saat menggelar konferensi pers virtual di Bandung, Selasa.

Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar, Selasa sore, melansir pengecekan berbasis rapid test diagnostic (RDT) sudah mencakup 122.466 sampel dengan hasil 3.357 reaktif. Sementara tes berbasis PCR sudah mencapai 17.192 sampel dengan hasil 1.869 sampel positif Covid-19. Jumlah penduduk Jabar sendiri diperkirakan 50 juta jiwa tersebar di 27 kabupaten/kota.

Laman yang sama melansir jumlah kasus positif di Jawa Barat mencapai 2.294 orang dengan 144 orang di antaranya meninggal dunia, dan 619 orang sembuh. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 1.631 orang yang masih terus dilakukan pemantauan dan 4.917 orang dalam pemantauan (ODP).



Sumber: BeritaSatu.com