Logo BeritaSatu

KPU Bengkulu Ajukan Tambahan 400 TPS untuk Pilgub Desember 2020

Selasa, 2 Juni 2020 | 14:43 WIB
Oleh : Usmin / LES

Bengkulu, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu, mengajukan usulan penambahan sebanyak 400 TPS ke KPU Pusat untuk melaksanakan pemilihan gubernur (Pilgub) pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Untuk melaksanakan Pilgub 9 Desember 2020 nanti, kita membutuhkan tambahan 400 TPS, tersebar di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Pilgub Bengkulu di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dapat berjalan baik dan sukses," kata anggota KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto, di Bengkulu, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan, jika Pilgub Bengkulu dilaksanakan dalam keadaan normal dibutuhkan sebanyak 6.165 TPS dengan asumsi satu TPS dengan 800 pemilih, tapi jika Pilgub dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19, TPS yang diperlukan sebanyak 6.565 unit dengan jumlah pemilih setiap TPS sebanyak 300 orang.

"Jadi, mau tidak mau penambahan TPS ini harus kita lakukan agar pelaksanaan pencoblosan di TPS dapat menerapkan protokol kesehatan, serta pelaksanaan pencoblosan di TPS tidak berlangsung lama, karena jumlah pemilih hanya 300 orang," ujarnya.

Sebagai konsekuensi dari penambahan jumlah TPS tersebut, biaya Pilgub Bengkulu harus dilakukan penambahan, karena dengan bertambah jumlah TPS, maka petugas KPPS yang akan digaji jumlah bertambah dari sebelumnya.

"Kita berharap Pemprov Bengkulu, bersedia menambah biaya pelaksanaan Pilgub Bengkulu 2020, yang dianggarkan sebelumnya sebanyak Rp 160 miliar. Kita belum bisa menjelaskan berapa perlu tambahan biaya Pilgub karena KPU masih menghitung ulang," ujarnya.

Eko menambahkan, pelaksanaan Pilgub Bengkulu ditengah pandemi Covid-19 membutuhkan biaya besar karena banyak hal yang harus dipersiapkan KPU, seperti alat cuci tangan, hand sanitazer, dan ukuran TPS lebih besar dari pemilu biasanya, karena pemilih harus menerapkan jaga jarak duduk di TPS menunggu giliran mencoblos.

Selain itu, masyarakat yang dilibatkan menjadi anggota KPPS lebih banyak dari Pilkada normal, karena jumlah TPS bertambah sebanyak 400. Hal ini terjadi karena jumlah pemilih di setiap TPS dibatasi maksimal 300 orang.

"Awalnya kita menetapkan jumlah pemilih setiap TPS 800 orang, tapi setelah Pilgub dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 jumlah pemilih di setiap TPS harus dikurang maksimal 300 orang, sehingga waktu pencoblosan berlangsung singkat," ujarnya.

Mantan Ketua KPU Bengkulu Utara ini menambahkan, pihaknya tidak mengambil resiko pilgub dengan TPS sedikit, karena pelaksanaanya ditengah wabah virus corona, serta mengantisipasi agar dalam pilkada tahun 2020, tidak ada korban dipihak penyelenggaran pemilu tingkat KPPS, seperti Pilres lalu.

Karena itu, jumlah pemilih di masing-masing TPS dikurang dari semula 800 menjadi 300 pemilih, sehingga tenaga petugas KPPS tidak terlalu diporsir dalam melaksanakan pemungutan suara di TPS bersangkutan," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Bisa Kena Sanksi Keras

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

NEWS | 2 Oktober 2022

Persebaya Berduka atas Korban Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Persebaya Surabaya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi di Kanjuruhan, PSSI Segera Investigasi

PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan yang berujung tragedi di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Gas Air Mata Dituding Penyebab Jatuhnya Korban di Kanjuruhan

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipandang karena tembakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya

Laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kabupatan Malang, Jawa Timur Sabtu (1/10/2022) berakhir tragis. Ini kronologinya. 

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings