Olah TKP, Polisi Masih Selidiki Penembak Dua Petani di Poso

Olah TKP, Polisi Masih Selidiki Penembak Dua Petani di Poso
Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto: Beritasatu.com/Farouk Arnaz)
Farouk Arnaz / CAH Rabu, 3 Juni 2020 | 16:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku penembakan terhadap dua petani di Poso, Sulawesi Tengah masih gelap. Polisi masih menyelidiki siapa pelaku yang menyebabkan kematian dua warga kampung Maros, Poso Pesisir Utara (PPU), Poso, Selasa (2/6/2020) kemarin sore.

“Saat ini Polda Sulteng, Satgas Tinombala, dan Polres Poso melakukan olah TKP dan pendalaman di lokasi di hutan. Secara umum situasi di Poso kondusif, aman, dan terkendali,” kata Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui saluran medsos Polri Rabu (3/6/2020)

Seperti diberitakan dua warga malang itu diketahui bernama Syarifuddin (37) dan Firman (18). Mereka ditembak saat sedang bekerja di kebunnya di wilayah pegunungan Gayatri, desa Maranda, kecamatan PPU, sekitar 8 kilometer dari desa mereka. 

Baca JugaPoso Panas, Dua Petani Ditembak Mati

Lokasi ini merupakan wilayah jelajah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Namun disini juga ada Satgas Tinombala yang mengejar pelaku teror.

MIT sebelumnya berulah saat menembak polisi di Bank Syariah Mandiri Jalan Pulau Irian Jaya, Poso Rabu (15/4/2020).

Mereka juga dengan sadis membunuh dua orang petani setempat. Korban pertama bernama Daeng Topo yang pada 8 April dilaporkan hilang di kaki Gunung Maitangi Dusun Sipatuo, Desa Kilo dan kemudian ditemukan dengan kepala terpenggal.

Lalu korban yang kedua adalah Ajeng alias Papa Angga. Sebelum dibunuh, Ajeng diculik di kebunnya di wilayah KM 09 Gunung Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Dia ditemukan tewas dengan luka di leher.

Pimpinan MIT Ali Kalora memang tengah menebar teror. Poso adalah sebuah kota pesisir di Teluk Tomini yang dikelilingi pegunungan. Salah satunya adalah Pegunungan Biru yang masih asri dan lebat. Di lereng-lereng gunung itu petani menanam kakao, cokelat, dan kopi.

 



Sumber: BeritaSatu.com