Gubernur Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah

Gubernur Khofifah Ajak Survivor Covid-19 Jatim Donor Plasma Darah
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Teguh L Rahmadi / CAH Rabu, 3 Juni 2020 | 16:14 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak survivor covid-19 di provinsi ini, bergotong royong melakukan gerakan aksi sosial donor plasma. Hal itu dilakukan untuk bersama-sama membantu kesembuhan pasien covid-19 di Jawa Timur dan menurunkan angka kematian pasien virus tersebut.

"Plasma dari pasien yang sudah sembuh akan menjadi harapan baru untuk pengobatan Covid-19," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (3/6/2020).

Seperti diketahui, saat ini sebanyak 799 pasien covid-19 Jawa Timur yang sudah dinyatakan sembuh. Bahkan kemarin pada tanggal 2 Juni 2020 pertambahan angka kesembuhan pasien covid-19 Jatim mencapai angka tertinggi, dengan 100 orang pasien sembuh dalam sehari.

Baca Juga: Tangani Covid-19 Jatim, Gugus Tugas Serahkan Bantuan Langsung Alkes Hingga Robot Disinfektan

“Saya mengajak warga Jatim, survivor covid-19, yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19, yang setelah dua kali hasil swab dinyatakan negatif, untuk bersama-sama melakukan aksi donor plasma,” pintanya.

Donor plasma darah dari pasien sembuh tersebut akan digunakan sebagai terapi plasma convalescent pada pasien covid-19 yang berat dan juga sangat berat.

Baca Juga: Khofifah: Saat Pandemi Tidak Boleh Egois, Perkuat Solidaritas

Sebagaimana diketahui saat ini vaksin untuk covid-19 belum ditemukan. Namun metode terapi plasma convalescent ini terbukti di Indonesia, Amerika, Tiongkok, Inggris maupun Korea efektif untuk membuat pasien covid-19 sembuh total. FDA dan WHO juga telah memberikan izin untuk penggunaan plasma convalenscent pada pasien Covid-19 berat pada tanggal 29 Mei 2020.

Mantan menteri sosial ini menambahkan, dalam plasma darah pasien yang telah sembuh dari covid-19, telah terbentuk antibodi yang mampu untuk melawan virus covid-19. Jika diberikan pada pasien yang tengah berjuang untuk melawan virus SARS-CoV-2, maka antibodi ini akan menjadi bala tentara untuk membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh pasien tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com