UGM Tetap Terapkan Pembelajaran Daring di Tahun Ajaran Baru

UGM Tetap Terapkan Pembelajaran Daring di Tahun Ajaran Baru
UGM akan lakukan kuliah secara daring. (Foto: Beritasatu.com / Fuska)
Fuska Sani Evani / EHD Rabu, 3 Juni 2020 | 20:37 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Fase new normal sudah mulai disiapkan, Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai mengkaji kemungkinan penerapan proses belajar tatap muka di Tahun Ajaran 2020/2021.

Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Hatma Suryatmojo melalui ketarangan tertulisnya mengatakan bahwa perkuliahan di semester ganjil yang akan dimulai bulan September mendatang akan dilakukan secara daring hingga pertengahan semester, dan akan mulai beralih ke pembelajaran tatap muka jika kondisi sudah memungkinkan.

Dikatakan, perkuliahan semester depan, setengah semester pembelajaran daring hingga Ujian Tengah Semester (UTS), masih dibelakukan secara daring, namun harapakan pasca UTS sudah diterapkan pembelajaran tatap buka. “Tapi kalau kondisi tidak memungkinkan berarti satu semester akan secara penuh dilakukan daring,” ucapnya, Rabu (3/6/2020).

Hatma menuturkan, sebelum merebaknya pandemi Covid-19 UGM telah memiliki fasilitas sistem pembelajaran daring di antaranya berupa elok.ugm.ac.id dan elisa.ugm.ac.id serta simaster.ugm.ac.id. untuk administrasi akademik.

Di samping itu, setiap fakultas dan sekolah di UGM juga telah memiliki satuan tugas yang bertanggung jawab dalam mendukung pengembangan proses pembelajaran secara daring.  “Ini merupakan program pelatihan yang dilakukan akhir tahun lalu. Jadi, kita sudah memiliki sistem pendukung di semua fakultas,” terangnya.

UGM juga telah mulai menerapkan pembelajaran daring seiring dengan diberlakukannya pembatasan maksimal kegiatan di kampus sejak tanggal 23 Maret lalu.

Dalam sebuah survei yang melibatkan ribuan mahasiswa dan dosen sebagai responden, sebanyak 80 persen mahasiswa mengutarakan bahwa dosen telah mampu menyampaikan materi secara daring dengan kualitas yang serupa dengan ketika kuliah dilaksanakan di dalam kelas.

Sementara itu, sebanyak 60 persen dosen juga mengaku telah cukup familiar dengan sistem pembelajaran daring.
“Hasil ini lumayan bagus, berarti sivitas UGM sendiri cukup cepat menguasai,” katanya.

Meski demikian, untuk mempersiapkan para dosen memasuki semester yang baru, di bulan Juni dan Juli ini PIKA juga akan memberikan pelatihan tambahan bagi dosen untuk dapat meningkatkan keterampilan dan mengoptimalkan menu-menu pada aplikasi interaktif daring.

Dengan beragam fasilitas yang telah dimiliki, UGM menurutnya telah siap untuk menghadapi normal baru, dan pandemi virus corona tidak menjadi penghalang bagi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk tetap dilangsungkan.

Bila kegiatan pendidikan dan pengajaran dilakukan secara daring atau virtual, begitu pun dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof Irfan D Prijambada menambahkan, dalam kondisi normal UGM biasanya menerjunkan mahasiswanya secara langsung dan berkelompok untuk mengabdi di desa-desa dan tinggal selama dua bulan membaur dengan masyarakat.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 pelaksanaan KKN dilakukan secara daring dari kos atau rumah masing-masing mahasiswa, dan dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) secara daring dengan tema edukasi yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya.

“Secara umum KKN dilakukan secara daring. Sebab, tidak memungkinkan dalam kondisi sekarang mahasiswa ke lapangan dan tinggal di tempat KKN selama 2 bulan,” jelasnya.

Pada periode antarsemester ini, sebanyak 354 mahasiswa UGM mengikuti KKN Peduli Covid secara daring mulai 4 Mei hingga 22 Juni 2020. Ada pun daerah sebaran KKN berlokasi di 18 desa yang berada di wilayah DIY meliputi Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, dan Kotamadya Yogyakarta.

Sebelumnya, UGM juga telah melaksanakan KKN secara daring sejak merebaknya wabah Covid-19 di tanah air. Hingga saat ini KKN daring Peduli Covid-19 telah memasuki periode ke-6.



Sumber: BeritaSatu.com